Menguak Jejak Bunga Rafflesia di Nusakambangan, Penemunya Bukan Raffles
Bunga Rafflesia Arnoldi ternyata bukan ditemukan pertama kali oleh Raffles di Bengkulu. Ada sumber yang menyatakan kalau bunga ini ditemukan di Nusakambangan.
Penemunya bukan Raffles
Menguak Jejak Bunga Rafflesia di Nusakambangan
Bunga Rafflesia Arnoldi merupakan salah satu tanaman khas Indonesia. Namun bunga ini menyimpan sisi misteriusnya tersendiri.
Tidak ada daun, batang, dan akar pada bunga ini. Itulah mengapa para ahli menilai bunga ini cukup unik
Tidak seperti bunga pada umumnya, Rafflesia Arnoldi hanya berupa kuncup atau bunga mekar.
Banyak sumber yang menyebut bahwa bunga ini pertama kali ditemukan di Bengkulu. Namun ada juga yang menyebut kalau bunga itu pertama kali ditemukan pada abad ke-18 di Pulau Nusakambangan.
Uniknya walaupun dinamakan Rafflesia, orang yang pertama kali menemukan bunga bangkai ini bukanlah Thomas Stamford Raffles, Gubernur Hindia Belanda waktu itu, melainkan seorang dokter dan penjelajah asal Prancis, Louis Aguste Deschamps.
a berlayar dan menjelajah ke Jawa pada akhir abad ke-18. Deschamp sempat ditangkap oleh Belanda. Namun akhirnya ia tidak ditahan. Oleh Gubernur Jenderal waktu itu Van Overstraten, ia justru diminta untuk melakukan ekspedisi di Pulau Jawa selama tiga tahun dari 1791 sampai dengan 1794.
Deschamps kemudian menjelajah dan mengumpulkan banyak jenis tumbuhan di pedalaman Pulau Jawa. Dari hasil ekspedisi itu ia menulis draft awal buku "Materials Towards A Flora Of Java".
Selain di Nusakambangan, Bunga Rafflesia Arnoldi juga tumbuh di tempat lain. Bunga Rafflesia juga mekar di kawasan hutan lindung Boven Lais, Kabupaten Bengkulu Utara, sekitar 70 km dari Kota Bengkulu. Masyarakat setempat menyebut bunga itu dengan sebutan Begiang Simpai atau Bunga Monyet.
Di balik keindahannya, bunga ini menyimpan mitos mengerikan. Masyarakat Suku Rejang yang mendiami daerah perbukitan di Bengkulu menyebut bunga itu sebagai bokor sirihnya penunggu hutan. Oleh karena itu mereka sangat menghindari bunga ini.