Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
<b>Kisah Tanah Rawa Belong di Jakarta Barat, Dulu Tempat Kelahiran Jawara Kini Jadi Pasar Bunga Terbesar se-Asia Tenggara</b>

Kisah Tanah Rawa Belong di Jakarta Barat, Dulu Tempat Kelahiran Jawara Kini Jadi Pasar Bunga Terbesar se-Asia Tenggara

Dari Si Pitung sampai pasar bunga terbesar se Asia Tenggara jadi hal yang identik di Rawa Belong Jakarta Barat

Jika dilihat dari sejarahnya, nama Rawa Belong tidak bisa dilepaskan sebagai kampung para jawara yang disegani pasukan Belanda di masa silam. Pitung adalah salah satunya.

Ia lahir di wilayah yang mayoritas ditempati warga Betawi pada 1866 lalu. Dari kisah ini, Rawa Belong dikaitkan sebagai kampungnya para pahlawan Jakarta yang getol melawan pasukan penjajah.

Keelokan wilayahnya lambat laun kian bertambah, di mana Rawa Belong mulai dikenal sebagai pusat perbelanjaan berbagai jenis bunga yang harum dan warna warni.

Saking banyaknya, wilayah ini pun dikenal sebagai pasar bunga terbesar se Asia Tenggara. Ini semakin mengukuhkan kawasan Rawa Belong yang tak hanya harum sebagai kampung kelahiran pahlawan namun juga sebagai daerah penjaja bunga yang dikenal secara luas. 

Kampungnya Orang Betawi

Dalam laman encyclopedia.jakarta-tourism.go.id disebutkan jika Rawa Belong sudah ditinggali lama oleh masyarakat Betawi. Awalnya lokasi ini menjadi bagian tanah partikelir Kampung Rawa dekat dengan Kemanggisan.

Kisah Tanah Rawa Belong di Jakarta Barat, Dulu Tempat Kelahiran Jawara Kini Jadi Pasar Bunga Terbesar se-Asia Tenggara

Nama pemilik tanah tersebut adalah warga Belanda bernama van Blommesterjin. Sejak dulu warga banyak mengindentikan penamaan suatu wilayah, dengan sosok yang berpengaruh di sana.

Karena sulitnya menyebut Blommesterijin, kata itu dipersingkat dan dijadikan Belong. Ini juga agak sesuai dengan penyebutan wilayah tersebut yang kala itu masih berupa rawa-rawa.

Tempat Lahirnya Para Jawara

Dalam laman Liputan6, dikatakan bahwa lambat laun kawasan Rawa Belong mulai ramai didatangi orang. Banyak warung-warung kopi serta bengkel kuda di sana. Kondisi ini tak ayal memancing kedatangan berbagai orang dari banyak daerah di sekitar Batavia.

Dari yang awalnya sebagai lokasi ngopi, nongkrong dan lalu lalang delman, lambat laun menjadi arena unjuk gigi dari para jawara. Ini yang juga mendorong tumbuhnya pencak silat Cingkrik yang kesohor di Batavia.

Dalam silat khas Betawi ini mengajarkan para pemainnya untuk menerapkan nilai disiplin, gerak tubuh, dan juga akhlak.

Rawa Belong Ikon Si Pitung

Rawa Belong Ikon Si Pitung

Menurut Sejarawan JJ Rizal, Pitung menjadi sosok yang melekat di wilayah Rawa Belong.

Ia menyebut jika Pitung telah berpengaruh di zamannya sehingga disegani Belanda. Ini karena ia melawan Belanda tidak hanya dengan fisik ataupun senjata.

"Pitung punya intelektualitas memanfaatkan jaringan perdagangan senjata gelap sampai Singapura. Pistol yang dipakainya adalah yang paling canggih pada zamannya," kata Rizal

Banyak Orang yang Menanam Anggrek

Di samping sebagai kampung para jawara, Rawa Belong juga jadi salah satu wilayah yang indah di Batavia. Ini karena banyak orang kala itu menanam bunga anggrek yang terkenal mempesona.


Dari kebiasaan ini, orang-orang setelahnya mulai menjajakan bunga di sana dan kini kawasan tersebut menjadi sentra bunga yang kerap didatangi para pencintanya.

Mengutip Instagram Majalah Jakita Online Pemprov DKI Jakarta, ada banyak bunga yang dijual para pedagang di sini. Bunga-bunga tersebut di antaranya matahari, tulip, aster, anggrek, sedap malam, sampai peacock.

Harganya Terjangkau

Dalam kanal YouTube Sejalan, diperlihatkan kios-kios pedagang bunga yang melayani para pembeli. Bunga-bunga ini selalu dijaga kesegarannya dan didatangkan langsung dari kota atau kabupaten penghasil bunga seperti Malang dan Bandung.

Kisah Tanah Rawa Belong di Jakarta Barat, Dulu Tempat Kelahiran Jawara Kini Jadi Pasar Bunga Terbesar se-Asia Tenggara

Untuk harganya masih terjangkau, serta ditentukan dari mana bunga tersebut didatangkan.

“Sebagai contoh, bunga mawar merah di sini dibanderol seharga Rp70 ribu sampai Rp100 ribu per ikatnya,” kata pemilik video di kanal YouTube Sejalan.

Kisah Tanah Rawa Belong di Jakarta Barat, Dulu Tempat Kelahiran Jawara Kini Jadi Pasar Bunga Terbesar se-Asia Tenggara

Bagaimana, menarik bukan kisah wilayah Rawa Belong. Yuk kunjungi pasar bunganya.

Ada Tulisan Aksara Tionghoa di Situs Batu Kuno Gunung Singkil Cirebon, Ini Kisah di Baliknya
Ada Tulisan Aksara Tionghoa di Situs Batu Kuno Gunung Singkil Cirebon, Ini Kisah di Baliknya

Di Desa Ciawi Japura, Cirebon, Jawa Barat, ditemukan sebuah situs batu tulis berusia ratusan tahun.

Baca Selengkapnya icon-hand
Kisah Buruh Perkebunan Karet di Aceh Timur, Gelombang Rekrutan Kuli dari Masyarakat Jawa
Kisah Buruh Perkebunan Karet di Aceh Timur, Gelombang Rekrutan Kuli dari Masyarakat Jawa

Perkembangan perkebunan karet di Aceh Timur kerap menggunakan kuli yang berasal dari luar daerah, seperti Jawa hingga Tiongkok.

Baca Selengkapnya icon-hand
Ternyata, Pengeluaran Rata-Rata Masyarakat Jakarta Hampir Rp3 Juta Setiap Bulan
Ternyata, Pengeluaran Rata-Rata Masyarakat Jakarta Hampir Rp3 Juta Setiap Bulan

Untuk pengeluaran komoditas non makanan mencakup perumahan dan fasilitas rumah tangga, aneka barang dan jasa, pakaian, alas kaki, dan tutup kepala.

Baca Selengkapnya icon-hand
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
110 Juta Bidang Tanah Terdaftar Era Jokowi, Wamen Raja Juli Antoni: Kita Diberkahi Presiden Gesit
110 Juta Bidang Tanah Terdaftar Era Jokowi, Wamen Raja Juli Antoni: Kita Diberkahi Presiden Gesit

Masyarakat diminta menjaga sertifikat tersebut, sebab surat tersebut menjadi bukti kepemilikan tanah.

Baca Selengkapnya icon-hand
Hendak Ditangkap karena Miliki Senjata Rakitan, Pria di Kupang Bakar Diri dalam Rumah
Hendak Ditangkap karena Miliki Senjata Rakitan, Pria di Kupang Bakar Diri dalam Rumah

NS (40), buruh serabutan di Kelurahan Penkase Oeleta, Kecamatan Alak, NTT, nekat melakukan aksi bakar diri saat akan ditangkap karena memiliki senjata api.

Baca Selengkapnya icon-hand
Ribuan Orang dan Puluhan Kiai Kumpul di Solo, Doakan Ganjar-Mahfud Menang Pilpres 2024
Ribuan Orang dan Puluhan Kiai Kumpul di Solo, Doakan Ganjar-Mahfud Menang Pilpres 2024

Ribuan orang hadir di Alun Alun Kota Surakarta Kecamatan Pasar Kliwon, Jawa Tengah (4/1)

Baca Selengkapnya icon-hand
Ramalan Cuaca di Akhir Pekan, Bagaimana Jakarta?
Ramalan Cuaca di Akhir Pekan, Bagaimana Jakarta?

Sebagian besar wilayah di Indonesia berpotensi cerah berawan pada hari ini Sabtu (27/1)

Baca Selengkapnya icon-hand
Penurunan Permukaan Tanah Buat Jakarta Rugi Rp10 Triliun per Tahun
Penurunan Permukaan Tanah Buat Jakarta Rugi Rp10 Triliun per Tahun

Selain ekonomi, nasib 50 juta masyarakat di kawasan pesisir juga dipertaruhkan.

Baca Selengkapnya icon-hand
Ribuan Orang Kumpul di Konser Pesta Rakyat Deklarasi Dukung Ganjar-Mahfud
Ribuan Orang Kumpul di Konser Pesta Rakyat Deklarasi Dukung Ganjar-Mahfud

Relawan Ganjar Pranowo, KawanJuangGP menggelar peta rakyat di Lapangan Baru Jati, Kabupaten Bandung, Selasa (28/11)

Baca Selengkapnya icon-hand