Desa Terpencil di Kabupaten Batang Ini Hanya 8 Jam Terkena Sinar Matahari, Ini Penyebabnya
Walaupun berada di daerah terpencil, namun warga di sana tampak hidup berkecukupan
Walaupun berada di daerah terpencil, namun warga di sana tampak hidup berkecukupan
Desa Terpencil di Kabupaten Batang Ini Hanya 8 Jam Terkena Sinar Matahari, Ini Penyebabnya
Dusun Pranten merupakan salah satu desa terpencil di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Berada di tengah pegunungan, desa itu memiliki pemandangan yang indah nan mempesona.
Dilansir dari kanal YouTube Tedhong Telu yang diunggah pada Rabu (4/10), kampung tersebut lokasinya tak jauh dari Dataran Tinggi Dieng. rumah-rumah yang berada di sana juga kebanyakan sudah permanen.
Penduduknya juga ramah-ramah. Pada siang hari, suasana kampung cenderung sepi karena kebanyakan warga beraktivitas di ladang-ladang mereka.
Terdapat jalan setapak yang ukurannya cukup untuk dua sepeda motor melintas di tengah-tengah perkampungan.
Walaupun berada di daerah terpencil, namun kehidupan perekonomian mereka terlihat berkecukupan. Hal ini terlihat dari banyaknya rumah bagus di kampung itu.
Bahkan beberapa rumah sudah memiliki garasi dan ada mobil yang terparkir di dalamnya.
Salah seorang warga di sana mengatakan, mayoritas warga di Dusun Pranten berprofesi sebagai petani. Walaupun musim kemarau tahun 2023 ini cukup panjang, namun hasil tani di desa itu masih terbilang bagus.
“Alhamdulillah kebutuhan air juga mencukupi. Ambilnya dari Gunung Prau. Jadi tempat ini tidak pernah kekeringan,” kata warga tersebut.
Ladang warga di Dusun Pranten berada tak jauh dari rumah mereka. Bahkan banyak juga ladang yang berada di tengah-tengah perkampungan.
Berdasarkan penuturan warga, kampung tersebut baru terkena sinar matahari sekitar pukul 9-10 pagi. Sedangkan jam 4 sore sinar matahari sudah redup. Bahkan kalau musim hujan, bisa tak ada sinar matahari sama sekali.
Kampung tersebut hanya disinari matahari selama 7-8 jam karena letaknya yang diapit perbukitan.
Dalam video yang diunggah akun YouTube Tedhong Telu, di sebelah barat dan timur kampung ada dua bukit yang menjulang tinggi.
Tak jauh dari kampung itu, terdapat jurang yang cukup curam. Di dalamnya ada sungai yang kering karena kemarau.
Sementara di seberang jurang, terdapat Desa Sigemplong. Di sana melintas tol kahyangan, menghubungkan antara pesisir pantura dengan Dataran Tinggi Dieng.