Karena Cemburu, Nelayan di Muara Angke Tewas Ditikam Rekan Sendiri
Tersangka dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan/atau Pasal 351 Ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian.
Seorang nelayan berinisial ABT (39) tewas setelah ditikam menggunakan pisau badik oleh rekannya sendiri, MY (32), di kawasan Muara Angke, Pluit, Jakarta Utara. Insiden tersebut terjadi pada Jumat (13/6) dan dipicu oleh motif asmara serta perselisihan pekerjaan.
Kasat Reskrim Polres Metro Pelabuhan Tanjung Priok, AKP I Gusti Ngurah Putu Krishna, mengungkapkan bahwa pelaku berusaha melarikan diri usai kejadian. Polisi kemudian berhasil meringkus MY saat hendak kabur melewati kawasan Perumahan Pluit Permai Blok 10, Penjaringan, Jakarta Utara, sekitar pukul 14.30 WIB.
“Tim berhasil memancing pelaku keluar, lalu melakukan penangkapan saat pelaku melintas di depan pintu masuk Perumahan Pluit Permai,” jelas I Gusti dalam keterangannya, Minggu (15/6).
Setelah ditangkap, pelaku mengaku telah membuang barang bukti berupa senjata tajam, ponsel, dan pakaian ke dermaga TPI Muara Angke. Saat hendak menunjukkan lokasi pembuangan barang bukti, MY justru melakukan perlawanan terhadap petugas, sehingga polisi terpaksa melepaskan tembakan yang mengenai kakinya.
“Tiba-tiba pelaku mendorong dan menyerang petugas. Kami melakukan tindakan tegas terukur,” lanjut I Gusti.
Motif Pembunuhan
Dari hasil penyelidikan awal, pembunuhan dipicu oleh rasa cemburu karena korban menjalin hubungan dengan mantan kekasih pelaku. Selain itu, terdapat konflik yang sudah lama terjadi di tempat kerja antara keduanya.
“Motif pelaku adalah dendam karena konflik kerja dan rasa cemburu karena korban menjalin hubungan dengan mantan pacar pelaku,” ungkapnya.
Saat ini, MY telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan/atau Pasal 351 Ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian.
Pihak kepolisian masih terus mengembangkan penyidikan untuk mendalami latar belakang hubungan pelaku dan korban serta kemungkinan motif lain.