Niat Puasa Qadha di Bulan Dzulhijjah, Bisa Dibarengi dengan Puasa Sunah Lainnya
Amalan ini dapat Anda laksanakan kapan pun selain di bulan Ramadan, dan sampai bulan Ramadan di tahun berikutnya.
Bagaimana bacaan niat puasa qadha jika dilaksanakan saat bulan Dzulhijjah?
Niat Puasa Qadha di Bulan Dzulhijjah, Bisa Dibarengi dengan Puasa Sunah Lainnya
Puasa bulan Ramadan adalah puasa yang wajib dikerjakan oleh kaum muslimin. Meski begitu, ada orang-orang dengan kondisi tertentu yang diperbolehkan untuk tidak berpuasa di bulan Ramadan. Nantinya, orang-orang yang tidak berpuasa ini harus menggantinya di waktu lain selain Ramadan.
Disebut sebagai puasa qadha, amalan ini dapat Anda laksanakan kapan pun selain di bulan Ramadan, dan sampai bulan Ramadan di tahun berikutnya. Seperti di bulan Dzulhijjah ini, Anda juga dapat melaksanakan puasa qadha.
Lalu, bagaimana bacaan niat puasa qadha di bulan Ramadhan?
Niat Puasa Qadha di Bulan Dzulhijjah
Puasa qadha adalah puasa yang dilakukan untuk mengganti puasa Ramadan yang ditinggalkan karena alasan yang dibenarkan syariat seperti sakit, haid, hamil, menyusui, dan lain-lain. Puasa qadha bisa dilakukan kapan saja selama setahun sebelum Ramadan berikutnya, termasuk di bulan Dzulhijjah.
Niat puasa qadha
Pada dasarnya, bacaan niat puasa qadha di bulan Dzulhijjah tidak berbeda dengan bacaan niat puasa qadha di bulan-bulan lainnya.
Namun, karena bulan Dzulhijjah adalah bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT dan menyimpan banyak amalan puasa yang dianjurkan, beberapa orang mungkin akan melaksanakan puasa qadha bersamaan dengan puasa sunnah di bulan Dzulhijjah.
Di antara puasa sunnah pada bulan Dzulhijjah ada pada tanggal 1-9 Dzulhijjah, terutama pada tanggal 9 yang bertepatan dengan hari Arafah. Puasa sunnah ini bisa digabungkan dengan puasa qadha Ramadhan.
Yang perlu diperhatikan di sini adalah, meski kita sengaja melaksanakan puasa qadha bertepatan dengan puasa sunnah di bulan Dzulhijjah, niat puasa qadha di bulan Dzulhijjah tidak boleh digabungkan dengan niat puasa sunnah.
Ini karena ibadah sunah tidak bisa mencukupi ibadah yang wajib. Namun, jika orang tersebut berniat dengan ibadah wajib, seperti qadha puasa, dan sengaja dilakukan tepat dengan waktu ibadah sunah, maka diharapkan ia mendapatkan pahala yang sunnah, menurut sebagian ulama.
rumaysho.com
Mughnil Muhtaj (salah satu kitab Syafi’iyah), Asy Syarbini rahimahullah juga berpendapat, “Seandainya seseorang berpuasa di bulan Syawal dengan niatan qadha puasa, puasa nadzar atau puasa lainnya, apakah ia pun akan mendapati pahala puasa sunnah atau tidak. Saya belum menemukan ada yang berpendapat seperti ini. Namun pendapat terkuat, ia akan mendapati pahala puasa sunah tersebut.”
rumaysho.com
Syaikh Sholih Al Munajjid hafizhohullah dalam Fatawanya menjelaskan, “Sudah sepatutnya seseorang mendahulukan qadha puasa. Ini lebih utama daripada melakukan puasa sunnah (tathowwu’). Namun jika waktu begitu sempit dan khawatir akan luput puasa pada hari yang mulia seperti pada hari ‘Asyura (10 Muharram) atau pada hari ‘Arofah (9 Dzulhijah), maka berpuasalah dengan niatan qadha puasa. Semoga dari situ ia pun bisa mendapatkan pahala puasa ‘Asyura atau puasa ‘Arofah sekaligus. Karunia Allah sungguh amat luas. Wallahu a’lam.”
rumaysho.com
Jadi, yang benar adalah mengerjakan dan membaca niat puasa qadha, dengan berharap bisa mendapat pahala puasa sunahnya juga.