Makna Syair Turi Putih yang Jadi Media Dakwah Sunan Giri, Mengenai Kehidupan dan Kematian
Syair Turi Putih memiliki makna mendalam yaitu mengingatkan kita mengenai kehidupan dan kematian.
Syair Turi Putih memiliki makna mendalam yaitu mengingatkan kita mengenai kehidupan dan kematian.
Makna Syair Turi Putih yang Jadi Media Dakwah Sunan Giri, Mengenai Kehidupan dan Kematian
Asal Mula Syair Turi Putih
Melansir dari laman jurnal walisongo.ac.id (Psikologi Kematian Perspektif Islam Jawa Tembang Turi Putih Karya Sunan Kalijaga, Sholahudin) tembang Turi Putih ini berasal dari daerah Jawa Tengah, masyarakatJawa meyakini bahwa tembang ini menjadi peninggalan Walisongo yaitu Sunan Giri dan Sunan Kalijaga.
Meskipun begitu, hingga sekarang masih belum ditemukan bukti valid mengenai siapa pencipta dari tembang tersebut. Akan tetapi, tembang ini memang sudah diyakini menjadi ciptaan salah satu Walisongo sebagai penyebar agama Islam di Jawa.
Penamaan syair Turi-turi Putih juga diambil dari salah satu tumbuhan yang bernama turi putih, dimana kata “turi” itu adalah jenis bunga berwarna putih yang bisa digunakan sebagai sayuran maupun lalapan dengan rasanya yang pahit.
Melansir dari laman darulfalah.sch.id, selain itu arti kata lain dari "turi" itu adalah “tak aturi” atau memberitahu sedangkan “putih” itu kain kafan yang berwarna putih polos.
Turi Putih ini konon dikarang oleh Kanjeng Sunan Giri yang memiliki kaitannya dengan kematian. Sehingga Turi Putih bisa diberi makan sebagai pengingat bahwa semua manusia akhirnya akan mati juga.
Syair dari Turi Putih
Melansir dari laman jurnal uii.ac.id (Estetika Dakwah dalam Lagu Jawa-by.Raden Wijaya Mojokerto) berikut syair lagu dari Turi Putih.
Turi-turi putih di tandur neng kebun agung
Turi-turi putih di tandur neng kebun agung
Cleret tibo nyemplung, mbok kiro kembange opo
Mbok kiro-mbok kiro kembange opo
Kembang-kembang melati
Kembang melati wangi ambune
Supoyo slamet dunyo akhirate
Mbok kiro-mbok kiro kembange opo
Kembang-kembang tomat
Kembange tomat sak arat-arat
Ayo bareng moco sholawat
Supoyo slamet dunyo akhirat
Mbok kiro-mbok kiro kembange opo
Tekane akhir zaman
Srengengene ora metu songko wetan
Akeh wong doh nagku iman
Nangeng ora nglakoni perintahe pengeran
Mbok kiro-mbok kiro kembange opo
Fakta Lagu Turi Putih
Meski lagu turi putih diatas merupakan lagu turi putih versi kesekian.
Fakta bahwa lagu turi putih memiliki bermacam versi saat ini hingga ada yang diselipi bait selawat.
Akan tetapi lagu turi putih tetap sama pada lirik di bait pertama.
Makna Syair Turi Putih
Pada lagu turi putih di atas terdapat nilai dakwah mengenai akidah dan kehidupan.
Melansir dari laman jurnal uii.ac.id (Estetika Dakwah dalam Lagu Jawa- by.Raden Wijaya Mojokerto), berikut nilai dakwahnya beserta maknanya.
Turi-turi putih ditandur neng kebun agung
Turi-turi putih ditandur neng kebun agung
Cleret tibo nyemplung, mbok kiro kembange opo
Mbok kiro-mbok kiro kembange opo
Menurut Gus Khoirur Anwar bahwa bait tersebut berarti bahwa pada akhirnya manusia akan kembali ke dalam tanah hanya dengan memakai kain kafan polos, sehingga pada hakikatnya tidak ada yang perlu untuk disombongkan selama di dunia.
Ayo seneng melu ngaji
Supoyo slamet dunyo akhirate
Pada bait tersebut sudah jelas bahwa kita sebagai manusia sebaiknya tetap semangat dalam mengaji, agar bisa selamat di dunia dan di akhirat.