Waspada Berat Badan Naik! Satu Kue Nastar Mengandung 100 Kalori
Kenaikan berat badan bisa terjadi saat Lebaran jika kita mengonsumsi kue nastar dan berbagai hidangan lainnya dalam porsi yang berlebihan.
Momen lebaran menjadi lebih bermakna saat makan bersama dalam satu meja makan. Tidak hanya itu, suguhan aneka kue kering dan khas lebaran di dalam toples menambah keakraban.
Namun, hati-hati jangan mengonsumsi kue kering apalagi nastar secara berlebihan. Menurut dokter spesialis gizi klinik, Davie Muhamad, satu buah kue nastar mengandung sekitar 100 kalori. "Satu buah kue nastar itu 100 kalori kurang lebih. Kita kan makan setengah toples ya, kira-kira berapa kalori tuh," ungkapnya dalam acara temu media di Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu (11/3).
Hal ini menjelaskan mengapa banyak orang mengalami kenaikan berat badan saat Lebaran, karena kalori yang masuk berlebih dan sebagian besar berasal dari karbohidrat dan gula. "Jadi enggak heran kalau Bapak Ibu naik berat badan saat lebaran, karena kalorinya berlebih dan sumbernya hanya karbohidrat dan gula saja. Itu yang mengakibatkan berat badan sulit turun," tambahnya.
Daripada mengonsumsi nastar, Davie merekomendasikan untuk memilih kurma sebagai alternatif yang lebih sehat. "Bagaimana dengan kurma, kurma kan juga tinggi gula? Betul kurma tinggi gula tapi kalau kita batasi asupannya tentu kalorinya juga bisa terjaga," jelasnya.
Ia memberikan contoh bahwa tiga butir kurma ajwa hanya mengandung sekitar 70 kalori tetapi memiliki kandungan serat yang cukup tinggi. Davie juga menjelaskan bahwa ada alasan mengapa nafsu makan dan berat badan dapat meningkat dengan mudah.
"Ya tadi, makanan-makanan tinggi gula, tinggi tepung, ini yang mengakibatkan kenaikan gula darah yang drastis sehingga mudah lapar, akhirnya kita nyomot-nyomot makan lebih banyak. Nah, itulah yang menyebabkan berat badan susah dikontrol," tutup dokter yang bertugas di Primaya Hospital Bekasi.
Tetap Jaga Kesehatan
Pada kesempatan yang sama, dijelaskan bahwa tantangan besar masih dihadapi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia mengenai pentingnya menjaga kesehatan sebelum munculnya penyakit. Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa lebih dari 60 persen masyarakat Indonesia belum pernah melakukan pemeriksaan kadar gula darah dan kolesterol. Sebagian besar masyarakat baru melakukan pemeriksaan kesehatan setelah merasakan keluhan.
Selain itu, perubahan gaya hidup di era modern juga berkontribusi pada meningkatnya risiko berbagai penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, dan obesitas. Pola makan yang tidak seimbang, rendahnya aktivitas fisik, kebiasaan makan yang tidak teratur, serta tingkat stres yang tinggi menjadi faktor penyebab meningkatnya gangguan metabolik, terutama di kalangan masyarakat perkotaan.
“Selama ini banyak orang baru memeriksakan kesehatannya ketika sudah muncul keluhan. Padahal, berbagai penyakit kronis sebenarnya dapat dicegah atau ditangani lebih awal apabila masyarakat melakukan skrining kesehatan secara berkala serta menjaga gaya hidup yang lebih sehat,” ungkap Direktur Primaya Hospital Bekasi Barat, dokter Yoana Periskila Winarto, dalam peluncuran Wellness Center.
Layanan Kesehatan Komprehensif
Di Wellness Center ini, terdapat layanan kesehatan yang komprehensif dan dirancang untuk membantu masyarakat dalam memantau serta menjaga kesehatan mereka secara proaktif. Layanan yang ditawarkan mencakup pemeriksaan kesehatan menyeluruh, skrining kesehatan, konsultasi nutrisi, program manajemen berat badan, hingga perencanaan program kesehatan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu.
Menurut Davie, salah satu penyebab utama meningkatnya kasus obesitas dan gangguan metabolik adalah gaya hidup modern. "Pola makan tidak sehat, aktivitas fisik yang rendah, serta kebiasaan makan yang tidak teratur dapat meningkatkan risiko obesitas dan penyakit metabolik. Oleh karena itu, pendekatan kesehatan preventif perlu dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya melalui pemeriksaan kesehatan tetapi juga pengelolaan gaya hidup," ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa pengaturan waktu makan atau chrono-nutrition, yaitu konsep nutrisi yang menyesuaikan pola makan dengan ritme biologis tubuh, memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan metabolisme.
Penyakit Kronis Sering Menyerang Usia Produktif
Sementara itu, dokter spesialis akupunktur, Ribka Tobing, mengungkapkan bahwa semakin banyak penyakit kronis yang muncul di kalangan masyarakat usia produktif akibat pola hidup yang tidak sehat. Dengan pendekatan holistik, individu yang menggunakan layanan Wellness Center akan menerima evaluasi kesehatan secara menyeluruh serta rekomendasi program kesehatan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
"Kami berharap dapat menjadi mitra masyarakat dalam menjaga kesehatan secara lebih proaktif. Dengan melakukan deteksi dini dan pengelolaan gaya hidup yang tepat, banyak penyakit kronis sebenarnya bisa dicegah, sehingga kualitas hidup masyarakat dapat terjaga," tutup Yoana.