Trump Unggah Kartun Gambarkan Ketua The Fed, Jerome Powell Dipecat
Presiden Trump sering kali menyebut ketua The Fed, Jerome Powell, dengan julukan "Too Late Powell" karena dianggap lambat dalam mengambil keputusan.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengkritik Ketua Bank Sentar AL Jerome Powell. Kritik yang dilontarkan Trump bukanlah yang pertama kali; ia telah menyampaikan pandangannya berkali-kali kepada Jerome Powell, bahkan sebelum ia menjabat sebagai presiden.
Pada hari Sabtu (25/9) waktu setempat, Trump mengunggah sebuah gambar kartun di akun Truth Social-nya yang menunjukkan dirinya berteriak "KAMU DIPECAT!" kepada Powell, yang digambarkan sedang membawa kotak berisi barang-barangnya dengan latar belakang stempel The Fed.
Ilustrasi tersebut, yang tampaknya dihasilkan menggunakan teknologi AI atau teknik digital, semakin memperkuat rasa ketidakpuasan Trump terhadap Powell.
Sesuai dengan laporan dari CNBC pada Minggu (28/9/2025), Trump sebelumnya telah berulang kali menyebut Powell dengan julukan Too Late Powell karena dinilai terlalu berhati-hati dalam memangkas suku bunga, meskipun The Fed telah melakukan penurunan suku bunga untuk pertama kalinya pada tahun ini.
Masa jabatan Powell sendiri akan berakhir pada Mei 2026 mendatang. Hingga saat ini, Gedung Putih belum memberikan komentar resmi mengenai unggahan tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa ketegangan antara Trump dan Powell masih terus berlanjut, menciptakan dinamika yang menarik dalam kebijakan ekonomi AS.
Kontroversi Pemecatan Ketua The Fed
Keputusan untuk memberhentikan Powell adalah suatu hal yang tidak biasa. Hingga saat ini, belum ada presiden Amerika Serikat yang pernah memecat Ketua The Fed. Bahkan, Mahkamah Agung telah menegaskan bahwa presiden tidak memiliki hak untuk memberhentikan pejabat bank sentral secara sepihak.
Powell sendiri telah menegaskan beberapa kali bahwa posisinya "tidak bisa dihapuskan begitu saja oleh hukum." Kritik yang dilayangkan Trump terhadap Powell juga meluas hingga mencakup renovasi kantor pusat The Fed yang terletak di Washington.
Ia menuduh bahwa proyek tersebut memiliki masalah dan bahkan menimbulkan spekulasi bahwa Trump berusaha mencari alasan untuk mengeluarkan Powell dari jabatannya.
Walaupun demikian, belakangan ini Trump tampak lebih berhati-hati dalam mengomentari renovasi gedung tersebut. Meskipun demikian, ia tetap berpendapat bahwa kebijakan suku bunga yang diterapkan oleh Powell merugikan perekonomian.
Hal ini menunjukkan adanya ketegangan antara kebijakan moneter yang diambil oleh The Fed dan pandangan Trump mengenai kondisi ekonomi negara. Dengan situasi ini, dinamika hubungan antara presiden dan Ketua The Fed menjadi semakin menarik untuk diperhatikan, terutama dalam konteks kebijakan ekonomi yang diambil keduanya.
Upaya Trum Berhentikan Gubernur Fed, Lisa Cook
Pada bulan Agustus lalu, Trump berusaha untuk memberhentikan Gubernur Fed, Lisa Cook, dengan tuduhan terkait penipuan hipotek. Saat ini, kasus tersebut masih dalam proses di Mahkamah Agung.
Menurut Departemen Kehakiman, pemecatan Cook tidak akan berdampak negatif pada pasar keuangan. Namun, pengacara Cook berpendapat bahwa tindakan tersebut dapat merusak independensi The Fed.
Meskipun demikian, pasar keuangan menunjukkan respons yang relatif tenang terhadap ancaman Trump terhadap Powell dan upaya pemecatan Cook. Para ekonom, di sisi lain, mengingatkan bahwa jika Powell dipecat sebelum masa jabatannya berakhir, hal itu dapat berpotensi menyebabkan kenaikan suku bunga jangka panjang.
Menurut mereka, investor mungkin akan menilai bahwa The Fed kehilangan independensinya dan mulai terpengaruh oleh kepentingan politik Presiden, bukan lagi berpegang pada mandat Kongres untuk menjaga stabilitas inflasi dan mengurangi pengangguran.
"Jika Powell benar-benar diberhentikan, potensi lonjakan suku bunga jangka panjang bisa menjadi kenyataan," ungkap salah satu ekonom.
Oleh karena itu, situasi ini patut dicermati mengingat dampaknya yang luas terhadap perekonomian. Dalam konteks ini, penting untuk memahami bahwa keputusan yang diambil oleh pemimpin politik dapat memiliki konsekuensi signifikan bagi stabilitas keuangan negara.