Trump: Perang di Iran Segera Berakhir, Harga Minyak Dunia akan Turun
Donald Trump memprediksi penurunan harga minyak global setelah sebelumnya mengalami lonjakan yang signifikan akibat konflik AS-Israel dan Iran.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengumumkan bahwa perang melawan Iran akan segera berakhir. Trump juga memprediksi penurunan harga minyak global setelah sebelumnya mengalami lonjakan signifikan akibat perang Amerika Serikat dan Israel vs Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam sebuah konferensi pers yang berlangsung pada hari Senin (9/3) waktu setempat.
Menurut Trump, operasi militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat bersama Israel sejak 28 Februari telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam mencapai tujuan militer Amerika Serikat.
"Kami membuat kemajuan besar untuk menyelesaikan tujuan militer kami," kata Trump seperti yang dikutip dari CNBC pada Selasa, 10 Maret 2026.
Pernyataan ini muncul setelah harga minyak dunia melonjak melebihi USD 100 per barel pada akhir pekan lalu, yang berdampak pada guncangan pasar keuangan global. Trump memberikan komentarnya saat berada di Trump National Doral Club, yang terletak dekat Miami.
Trump Nyatakan Militer Iran Telah Melemah
Dalam konferensi pers yang berlangsung baru-baru ini, Trump mengungkapkan bahwa pasukan Amerika Serikat telah berhasil melumpuhkan kekuatan militer Iran dengan sangat signifikan.
Dia mengklaim bahwa lebih dari 50 kapal angkatan laut Iran telah dihancurkan, dan angkatan udara serta sistem pertahanan udara Iran mengalami kerusakan yang parah.
"Beberapa orang bahkan bisa mengatakan bahwa misi ini hampir selesai. Kami telah melumpuhkan seluruh kekuatan Iran secara sangat menyeluruh," ujar Trump.
Selanjutnya, Trump menambahkan bahwa kepemimpinan Iran saat ini telah kehilangan kontrol akibat serangan yang dilakukan.
"Mereka tidak memiliki kepemimpinan. Semuanya telah dihancurkan," kata Trump.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan berakhirnya perang dalam waktu dekat, Trump menjawab dengan tegas bahwa hal itu tidak akan terjadi. Namun, ia menekankan bahwa konflik tersebut akan segera berakhir.
"Tidak, tapi sangat segera," ujar Trump.
Trump Ancam Iran Jika Ganggu Pasokan Minyak
Di sisi lain, seorang pejabat Iran telah memberikan peringatan bahwa kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz menghadapi risiko serangan. Selat Hormuz adalah jalur yang sangat vital untuk pengiriman minyak mentah di seluruh dunia.
Menanggapi situasi ini, Trump menyatakan bahwa konflik ini justru akan menjamin keamanan pasokan minyak global dalam jangka panjang. Ia juga memperingatkan Iran agar tidak menghalangi pasokan minyak ke pasar internasional.
"Kami akan menghantam mereka dengan sangat keras sehingga tidak mungkin bagi mereka atau siapa pun yang membantu mereka untuk pulih kembali di wilayah itu," ungkap Trump.
Ia menambahkan bahwa perang akan berakhir ketika Iran tidak lagi memiliki kemampuan untuk menggunakan senjata terhadap Amerika Serikat, Israel, dan sekutunya.
Trump Komunikasi dengan Putin
Sebelumnya, Trump juga melakukan pembicaraan dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, yang disebut-sebut memberikan beberapa usulan mengenai langkah-langkah untuk mengakhiri konflik tersebut. Menurut Trump, Putin bahkan mengungkapkan kekagumannya terhadap operasi militer yang telah dilakukan oleh Amerika Serikat di Iran. "Ini adalah operasi militer yang banyak orang lain tidak akan berani lakukan. Ini adalah keberhasilan militer yang belum pernah dilihat orang sebelumnya," ujar Trump.
Dalam dialog tersebut, Trump menekankan bahwa tindakan yang diambil oleh Amerika Serikat merupakan langkah yang berani dan inovatif. Ia berpendapat bahwa keberhasilan ini menunjukkan kekuatan dan kemampuan militer yang dimiliki oleh negaranya. Selain itu, Trump juga menilai bahwa respons dari Putin menunjukkan pengakuan terhadap strategi yang diterapkan dalam operasi tersebut. Dengan demikian, hubungan antara kedua pemimpin ini dapat dianggap sebagai bagian dari upaya untuk mencapai perdamaian di kawasan yang sedang bergolak.