Ternyata Begini Aktivitas Firaun Mesir dari Bangun Pagi Sampai Tidur Lagi
Orang Mesir kuno meyakini dewa agung menciptakan alam semesta dan menjaga ketertiban dunia.
Orang Mesir kuno meyakini dewa agung menciptakan alam semesta dan menjaga ketertiban dunia dan mereka juga terlibat dalam kehidupan sehari-hari manusia di Bumi.
Ternyata Begini Aktivitas Firaun Mesir dari Bangun Pagi Sampai Tidur Lagi
Orang Mesir kuno meyakini dewa agung menciptakan alam semesta dan menjaga ketertiban dunia dan mereka juga terlibat dalam kehidupan sehari-hari manusia di Bumi.
Salah satu dewa itu dikirim dalam bentuk manusia ke Lembah Sungai Nil untuk berkuasa sebagai raja yang akan melindungi mereka dari musuh dan perang serta menjaga keselamatan mereka.Dilansir Ancient Pages, selama 3.000 tahun firaun menjadi sosok penting dalam kehidupan orang Mesir dan dia dipandang sebagai perwakilan Tuhan di Bumi dan sebagai salah satu dewa. Sebagai sosok yang disembah oleh bangsa Mesir, dia memiliki kekuatan melebihi raja mana pun dalam sejarah manusia.
Dia tidak hanya sebagai sosok kuat yang berkuasa, tapi juga pemimpin agama tertinggi, pembuat aturan hukum, dan panglima perang. Firaun adalah sosok pemimpin agama sekaligus politik.
Ada banyak alasan mengapa orang Mesir kuno menganggap penguasa mereka sebagai dewa. Penduduk Lembah Sungai Nil hidup di masa pra-sains dan tidak tahu apa penyebab munculnya petir, kilat, rusak atau bagusnya hasil panen. Mereka juga tidak tahu soal kelahiran, kematian, badai, atau kekeringan. Mereka meyakini semua fenomena itu disebabkan oleh dewa yang marah, murka, tapi juga terkadang baik, kejam, dan melakukan balas dendam.
Orang Mesir kuno juga percaya firaun adalah sosok perantara, jembatan yang menghubungkan mereka dengan dewa. Peran firaun adalah memastikan agar dewa menjaga alam semesta.
Ketika masih anak-anak, hidup firaun masih bisa santai dan bermain dengan teman-temannya. Dia juga diajarkan naik kuda, berenang, dan memanah.Ketika dia sudah dewasa maka dia akan menjalani wajib militer. Sebagai anak dari firaun yang sedang berkuasa dia otomatis menjadi pewaris takhta. Dalam bukunya "Kehidupan Sehari-Hari di Zaman Mesir Kuno," penulis Jon Macnhip White menjelaskan:
"Setiap pagi ketika fajar, firaun akan masuk ke Bilik Pagi, biara pribadinya. Dia kemudian akan menjalankan ritual membersihkan tubuhnya. Layaknya Dewa Matahari Ra yang setiap pagi mandi di samudera surga, firaun juga mandi pagi untuk mengembalikan kekuatan.
Kemudian dia diurapi, diberi jubah, dan diberi lambang kerajaan oleh para pendeta yang mengenakan topeng Horus dan dewa kebijaksanaan berkepala ibis, Thoth. Kemudian dia melanjutkan menuju kuil untuk melakukan ritual berikutnya. Ritual itu bertujuan menanamkan spiritualitas dalam upacara yang akan dirayakan di semua kuil di Mesir.
Kegiatan harian Firaun
Firaun adalah sosok pemuka agama tertinggi dan juru pengadilan tertinggi serta sumber hukum. Dia juga menentukan kebijakan luar negeri dan memutuskan kapan perang dan kapan damai. Dia memimpin pasukan dan menjadi komandan langsung dalam pertempuran. Otoritas seorang firaun bersifat religius, melanggarnya berarti melanggar aturan negara dan menyalahi perintah dewa.
Tugas firaun selanjutnya yang rutin adalah menggelar rapat dengan para bawahannya dan para tamu, termasuk komandan pasukan, duta besar untuk negara asing dan berbagai punggawa istana. Semua individu itu biasanya cukup banyak bicara, tergantung jabatan mereka. Mereka bisa berbicara langsung dengan sang firaun dan menyampaikan pikirannya.
Selepas makan siang, firaun biasanya berkeliling kota dengan kereta kudanya. Dia mengunjungi lokasi pembangunan, mengawasi perkembangan pembangunan, dan dia adalah sosok penentu kebijakan dari berbagai pembangunan.
Biasanya firaun juga punya waktu untuk bersantai misalnya ikut berburu, memanah, berkeliling di taman istana, atau meluangkan waktu bersama keluarga.