Saat Negara-Negara Eropa Dukung Palestina, Negara Satu Ini Malah Berjanji Terus Kirim Senjata ke Israel
Nilai pengiriman senjata ke Israel dari negara ini sudah tembus Rp 8,25 triliun sejak Oktober 2023.
Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul kemarin berjanji akan terus mengirimi senjata tambahan ke Israel. Pernyataannya itu muncul menjelang kunjungan sejawatnya dari Israel ke Berlin yakni Gideon Saar, demikian dilaporkan Anadolu.
“Jerman akan terus mendukung negara Israel, termasuk melalui pengiriman senjata,” ujar Menlu tersebut dalam sisi tanya jawab, seperti dilansir Middle East Monitor, Kamis (5/6).
Menanggapi pertanyaan dari partai oposisi Hijau, Wadephul menyatakan koalisi pemerintahan Jerman tetap solid mendukung Israel.
Ia menambahkan bahwa kebijakan Jerman berlandaskan hukum humaniter internasional ini “berlaku untuk semua bidang kebijakan, tentu saja termasuk dalam hal ekspor senjata.”
Hasil survei
Ketika ditanya mengenai dampak dari sikapnya terhadap ekspor persenjataan, ia kembali merujuk pada Dewan Keamanan Federal yang melakukan pertemuan secara tertutup untuk mengambil keputusan terkait pengiriman senjata.
Mayoritas tipis warga Jerman mendukung penghentian sementara ekspor senjata ke negara zionis itu, menurut survei yang dirilis pada Selasa (3/6) oleh lembaga jajak pendapat Insa.
Berdasarkan hasil survei tersebut, 58 persen responden mendukung penghentian sementara pengiriman senjata. Sementara sekitar 22 persen menolak, dan 19 persen lainnya tidak tahu atau memilih untuk tidak menjawab.
Kini, perdebatan hangat tengah berlangsung di Jerman terkait pengiriman senjata, terutama karena tindakan Israel di Jalur Gaza, yang diakui oleh banyak pimpinan dunia sebagai genosida.
Wadephul baru-baru ini mengumumkan pemerintah akan meninjau kembali kebijakan ini. Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Alexander Dobrindt menyatakan dukungannya agar ekspor senjata tetap dilanjutkan dengan volume yang sudah disepakati.
Total sudah mencapai Rp 8,25 triliun
Pemerintah Jerman pada Senin (2/6) lalu menyatakan mereka telah menyetujui penjualan senjata ke Israel. Jumlah senjata yang dikirim senilai hampir setengah miliar euro (Rp 8,5 triliun) sejak Oktober 2023.
Menurut jawaban resmi pemerintah atas pernyataan dari Partai Kiri di parlemen, Jerman telah mengeluarkan izin ekspor senjata ke Israel Sejak 7 Oktober 2023 hingga 13 Mei 2025. Nilainya mencapai USD 554,3 juta atau setara dengan Rp 8,25 triliun.
Ekspor yang disetujui mencakup berbagai peralatan militer, termasuk sistem persenjataan, amunisi, perangkat radar dan komunikasi, serta komponen kendaraan lapis baja.
Pemerintah menyatakan hanya memberikan informasi terbatas terkait jenis ekspor tersebut. Mereka mengacu pada putusan Mahkamah Konstitusi Federal yang melarang pengungkapan rincian yang dapat membocorkan kemampuan militer atau kebutuhan strategis Israel saat ini. Pengungkapan informasi tersebut dapat merusak hubungan luar negeri Jerman, jelas pemerintah.
Pekan lalu, Wedephul mengatakan bahwa Berlin mungkin akan meninjau dan membatasi ekspor senjata ke Israel di masa mendatang, mengingat kampanye militer Israel yang terus berlanjut di Jalur Gaza.
Setidaknya 54.470 warga Palestina telah tewas dalam perang genosida yang dilancarkan Israel sejak 7 Oktober, menurut data Kementerian Kesehatan Gaza.
Reporter Magang: Devina Faliza Rey