Relawan Lingkungan Temukan Tumpukan Harta Karun di Desa, Ada Timbunan 7.700 Keping Koin dan Tujuh Pedang Berusia 3.000 Tahun
Harta karun ini ditemukan di tiga lokasi berbeda, ada juga perhiasan dan artefak lainnya.
Relawan Lingkungan Temukan Tumpukan Harta Karun di Desa, Ada Timbunan 7.700 Keping Koin dan Tujuh Pedang Berusia 3.000 Tahun
Relawan pegiat lingkungan menemukan tumpukan harta karun berusia ribuan tahun di Jerman. Harta karun kuno tersebut terdiri dari tujuh pedang, ribuan koin perak, perhiasan, dan tembikar.
Mereka menemukan artefak tersebut tahun lalu di tiga lokasi terpisah yang tersebar di pedesaan Jerman, menurut sebuah pernyataan yang diterjemahkan, dikutip dari Live Science, Minggu (4/8).
Penemuan pertama berlokasi di dekat daerah Mirow, Jerman utara. Di sini, para pegiat lingkungan menemukan pecahan tujuh pedang pedang berusia 3.000 tahun, berasal dari Zaman Perunggu. Menurut para arkeolog, senjata ini kemungkinan ditaruh di lokasi tersebut sebagai benda persembahan dan pengerukan kemudian menyebabkan pedang-pedang itu patah berkeping-keping. Namun, mereka berhasil menyatukan kembali artefak tersebut.
Penemuan kedua berupa hampir 6.000 keping koin perak zaman pertengahan. Koin ini ditemukan di Rugen, sebuah pulau di Jerman berada sekitar 200 kilometer utara Mirow. Koin ini ditaruh di dalam sebuah wadah tanah liat, tapi banyak juga yang bertebaran di tanah.
Walaupun sebagian besar koin ini dicetak di Jerman barat, arkeolog menyatakan sekitar 10 persen berasal dari Inggris, Denmark, dan Bohemia (Republik Ceko saat ini), dan Hungaria, menandai adanya hubungan perdagangan di daerah tersebut. Para peneliti menganggap koleksi tersebut merupakan timbunan koin Slavia terbesar dari abad ke-11.
Penemuan ketiga berada di daerah Mölln, Jerman utara. Terdiri dari sejumlah benda yang berasal dari abad ke-11, termasuk wadah tanah liat berisi 1.700 keping koin, kalung emas mutiara, batu kristal, dan manik-manik akik (kuarsa), cincin jari dan leher; dan dua wadah relik.
Wadah relik pertama berbentuk seperti "kaptorga" - liontin logam datar yang biasanya dikenakan di leher - sedangkan wadah kedua terinspirasi dari salib. Menurut para arkeolog, wadah-wadah tersebut merupakan bukti pengaruh agama Kristen di wilayah tersebut pada saat itu.