Lawan Rencana Trump, Negara Ini Bakal Bangun Kembali Gaza Tanpa Usir Warga Palestina dari Tanah Air Mereka
Donald Trump berencana menguasai Gaza dan mengusir penduduk Palestina yang tinggal di wilayah tersebut.
Mesir dilaporkan telah mengajukan proposal rencana pembangunan kembali Jalur Gaza yang hancur dibombardir Israel dalam perang genosida yang berlangsung selama 15 bulan. Rencana Mesir ini bertolak belakang dengan rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang ingin menguasai Gaza dan mengusir warga Palestina yang tinggal di wilayah tersebut.
Dalam proposal tersebut, Kairo berencana membangun kembali Gaza dalam tiga sampai lima tahun. Di dalam rencana tersebut tidak disebutkan adanya rencana bekerja sama dengan pemerintahan Trump atau Israel, seperti dikutip dari laman Fox News, Kamis (13/2).
Menurut laporan reporter i24 News, sumber dari Mesir mengungkapkan kepada Al-Araby TV, rencana tersebut sebagai bentuk perlawanan atas rencana Trump mengambil alih Gaza dan mengusir warga Palestina ke Mesir dan Yordania.
Menurut proposal tersebut, rekonstruksi Gaza akan dilakukan bersama negara-negara Arab, Uni Eropa, dan PBB. Proposal ini akan dirilis bulan ini dalam KTT negara-negara Arab, menurut sumber dari Uni Eropa yang mengetahui rencana ini.
Dalam proposal ini dijelaskan proyek dua tahap di mana tahap pertama fokus pada pengangkatan reruntuhan bangunan dan pembangunan permukiman warga.
Rincian rencana tersebut dilaporkan kurang dari 24 jam setelah Kementerian Luar Negeri Mesir mengeluarkan pernyataan yang mengatakan pihaknya memiliki “aspirasi” untuk “bekerja sama” dengan Presiden Donald Trump dan AS, namun juga mengecam usulan Trump untuk mengambil alih Jalur Gaza.
Selain itu, kementerian tersebut mengatakan satu-satunya cara untuk mencapai perdamaian regional adalah dengan mengatasi “akar penyebab konflik” dengan mengakhiri “pendudukan Israel” dan menerapkan solusi dua negara.