Kim Jong Un Bereaksi Usai Israel dan AS Bersatu Serang Iran, Bakal Turun Tangan?
Kim Jong Un mengecam campur tangan Amerika Serikat membantu Israel menyerang Iran. Korea Utara bakan turun tangan?
Konflik antara Israel dan Iran semakin memanas setelah Amerika Serikat ikut campur menyerang Iran.
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un pun angkat suara.
"Republik Rakyat Demokratik Korea mengecam serangan AS terhadap Iran yang secara serius melanggar Piagam PBB mengenai penghormatan terhadap kedaulatan negara," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Korut dalam pernyataan yang disampaikan melalui kantor berita pemerintah pada Senin (23/6/2025).
Seperti dilansir AFP, Pyongyang menuding Israel mengejar kepentingannya secara sepihak melalui aksi militer tanpa henti dan ekspansi wilayah. Termasuk di Iran.
Korut mengecam serangan terhadap Iran, menyebutnya sebagai tindakan agresi yang mengerikan. Dalam pernyataan sebelumnya, Kim menilai serangan tersebut sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan yang tidak dapat dimaafkan.
Kim Jong Un juga menggambarkan Israel sebagai entitas yang "seperti kanker" yang mengancam perdamaian di Timur Tengah. Pernyataan ini menunjukkan ketidakpuasan Korea Utara terhadap kebijakan luar negeri Israel dan dukungan yang diberikan oleh Amerika Serikat.
Lebih jauh, Kim mengancam akan menyerang Israel jika negara tersebut menerima bantuan dari AS atau sekutunya. Hal ini menunjukkan dukungan penuh Korea Utara terhadap Iran dan kesiapan untuk terlibat secara militer jika konflik semakin meluas.
Kecaman Keras Terhadap Israel
Dalam pernyataan resmi yang disampaikan melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara, Kim Jong Un menegaskan bahwa serangan Israel merupakan bentuk agresi yang tidak dapat diterima. Ia menyalahkan AS dan negara-negara Barat atas eskalasi konflik ini, menganggap mereka sebagai pendukung utama Israel.
Korea Utara mengekspresikan solidaritasnya dengan Iran, yang dianggap sebagai korban dari agresi Barat. Sikap ini mencerminkan posisi ideologis Korea Utara yang anti-Israel dan anti-AS. Kim menekankan pentingnya dukungan internasional bagi Iran dalam menghadapi serangan tersebut.
Ancaman Militer dan Dukungan untuk Iran
Kim Jong Un tidak hanya mengeluarkan kecaman, tetapi juga menyatakan kesiapan Korea Utara untuk terlibat dalam konflik jika diperlukan. Ia mengancam akan menyerang Israel jika negara tersebut menerima bantuan dari AS atau sekutunya. Pernyataan ini menunjukkan bahwa Korea Utara tidak akan tinggal diam dalam menghadapi apa yang dianggapnya sebagai ancaman terhadap negara-negara yang lemah.
Dengan situasi yang semakin memanas, pernyataan Kim Jong Un menambah ketegangan di kawasan. Dukungan Korea Utara terhadap Iran dapat memicu reaksi dari negara-negara lain, terutama AS dan sekutunya. Hal ini menunjukkan bahwa konflik ini tidak hanya melibatkan Israel dan Iran, tetapi juga dapat menarik perhatian negara-negara besar lainnya.