Ini Ikan Tertua di Dunia yang Hidup di Akuarium, Usianya Lebih dari 100 Tahun
Ikan jenis ini juga disebut "fosil hidup" karena telah ada sejak ratusan juta tahun lalu.
Penelitian baru mengungkapkan, ikan tertua di dunia yang hidup di akuarium ini kemungkinan jauh lebih tua dari yang diperkirakan sebelumnya. Menurut para peneliti, ikan Methuselah ini berusia lebih dari 100 tahun.
Methuselah adalah ikan paru-paru Australia betina. Ikan ini hidup di Steinhart Aquarium di San Francisco, California, Amerika Serikat (AS) sejak 1938. Pada tahun itu, Methuselah bersama 200 ikan lainnya dibawa dari Fiji dan Australia ke AS.
Pihak akuarium tidak tahu pasti berapa umur ikan ini. Menurut para pakar, ikan ini beusia sekitar 84 tahun, seperti dikutip dari Greek Reporter, Selasa (3/9).
Kendati telah berusia tua, ikan ini tidak tampak lemah sehingga sulit memastikan usianya. Untuk memecahkan misteri ini, ilmuwan memutuskan menggunakan metode "jam usia DNA" untuk memastikan usia ikan ini.
Dalam penelitiannya, para ilmuwan meneliti DNA Methuselah dan membandingkannya dengan material genetik dari ikan paru-paru Australia lainnya. Mereka ingin melihat seberapa usang dan rusak DNA ikan ini selama bertahun-tahun.
Hasilnya, diperkirakan ikan ini berusia sekitar 92 tahun, tapi karena jenis eksperimen ini juga tidak bisa akurat sepenuhnya, ikan ini diperkirakan berusia 101 tahun. Hasil penelitian akan diterbitkan tahun ini.
Fosil Hidup
Para peneliti tidak tahu pasti sampai kapan Methuselah di akurium ini dapat bertahan hidup.
"Tidak ada ikan paru-paru lainnya yang kami tahu pernah mencapai usia lebih tua dari Methuselah," kata salah satu peneliti dari Institut Sungai Australia di Universitas Griffith dan salah satu penulis studi, David Roberts.
Ikan paru-paru Australia juga disebut "fosil hidup" karena ikan ini tidak berubah dalam jutaan tahun. Fosil ikan paru-paru tertua dari genus Neoceratodus berasal dari sekitar 380 juta tahun lalu. Ini masa yang dikenal dengan Zaman Devonian, yang berlangsung dari 419,2 juta sampai 358,9 juta tahun lalu, menurut Museum Australia.