India Tawarkan Hadiah Rp16 Miliar Bagi Siapapun, Asal Bisa Pecahkan Kode Rahasia dari Naskah Berusia 5.300 Tahun
Naskah misterius tersebut, terdiri dari ribuan prasasti yang tertulis di berbagai artefak.
Pemerintah Tamil Nadu di India Selatan menawarkan hadiah sebesar USD1 juta atau sekitar Rp16,2 miliar bagi siapa saja yang dapat memecahkan kode rahasia dari naskah berusia 5.300 tahun, yang berasal dari Peradaban Lembah Indus (IVC), salah satu budaya perkotaan tertua di dunia.
Peradaban Lembah Indus, juga dikenal sebagai Peradaban Harappan, berkembang 5.000 tahun yang lalu di dataran subur Indus di tempat yang sekarang menjadi wilayah barat laut India dan Pakistan. Peradaban ini terkenal karena perencanaan kota yang canggih dan jaringan komersial. Peradaban ini meninggalkan sebuah naskah yang, selama lebih dari satu abad, selalu gagal diuraikan oleh para ilmuwan.
Kepala Menteri Tamil Nadu, M.K. Stalin membuat pengumuman tersebut sebagai tindak lanjut dari studi baru yang menunjukkan kesamaan mencolok antara simbol-simbol dalam aksara Indus dan simbol-simbol dalam tembikar Tamil kuno.
Naskah misterius tersebut, terdiri dari sekitar 4.000 prasasti, tertulis pada segel, tembikar, dan lempengan tanah liat. Kebanyakan prasasti berukuran pendek, antara lima dan enam simbol, dan prasasti terpanjang yang diketahui berisi 34 simbol.
Aksara yang pendek, ditambah dengan tidak adanya prasasti yang lebih panjang atau artefak dwibahasa, seperti Batu Rosetta yang terkenal, menjadi kendala bagi para peneliti, seperti dikutip dari laman Archaelogy Magazine, Rabu (29/1).
Naskah Indus pertama kali mendapat perhatian internasional pada tahun 1875 ketika segel Indus, yang ditemukan oleh arkeolog Inggris Sir Alexander Cunningham, diterbitkan. Sejak itu, berbagai hipotesis telah diajukan, menghubungkan naskah tersebut dengan bahasa Dravida, Brahmi awal, bahasa Indo-Arya awal, dan bahkan Sumeria, namun tidak ada yang diterima secara universal.
Sistem Penulisan Paling Penting
Ahli Indologi terkenal, Asko Parpola mencirikan aksara Indus sebagai “sistem penulisan paling penting yang belum dapat diuraikan”. Meskipun ada terobosan dalam linguistik dan arkeologi, bahasa, penggunaan, dan maknanya masih belum dipahami.
Penelitian terbaru mengisyaratkan naskah tersebut memiliki hubungan dengan tanda grafiti awal Tamil Nadu. Peneliti K. Rajan dan R. Sivananthan membandingkan lebih dari 14.000 pecahan keramik Tamil Nadu dan menemukan kesamaan dengan aksara Indus. Menurut mereka, 60 persen dari tanda-tanda tersebut menunjukkan kecocokan, menunjukkan adanya potensi kontak budaya antara India selatan dan Lembah Indus.
SiJika naskah ini berhasil diterjemahkan, dapat mengungkap informasi tentang pemerintahan, kebiasaan perdagangan, dan kepercayaan Peradaban Lembah Indus, seperti dilansir Archaeology Magazine.