Pemerintah India Bikin Sayembara Hadiahnya Rp 16 M, Tugasnya Cuma Disuruh Baca

India menawarkan hadiah Rp16 miliar bagi siapa saja yang bisa menerjemahkan Skrip Lembah Indus.

Fauzan Jamaludin
Oleh Fauzan Jamaludin - Reporter
Pemerintah India Bikin Sayembara Hadiahnya Rp 16 M, Tugasnya Cuma Disuruh Baca
Pemerintah India Bikin Sayembara Hadiahnya Rp 16 M, Tugasnya Cuma Disuruh Baca (Wikimedia)

Pemerintah India menawarkan hadiah USD1 juta bagi siapa saja yang berhasil menguraikan Skrip Lembah Indus (Indus Valley Script/IVS), sistem tulisan kuno yang masih menjadi misteri sejak ditemukan 150 tahun lalu.

Mengutip IFLScience, Jumat (7/2), skrip Lembah Indus, juga dikenal sebagai Skrip Harappa, pertama kali ditemukan pada tahun 1875 oleh Sir Alexander Cunningham di kota kuno Harappa, yang kini berada di Pakistan.

Tulisan ini diyakini berasal dari Peradaban Lembah Indus yang berkembang sekitar 5.300 tahun lalu di wilayah yang kini mencakup India utara dan Pakistan.

Sejak ditemukan, ribuan artefak dengan skrip ini telah digali. Biasanya, skrip ini muncul dalam bentuk ukiran singkat, terdiri dari empat hingga enam karakter, sering kali disertai gambar hewan seperti banteng atau gajah.

Namun, tidak ada satu pun prasasti panjang yang ditemukan, membuat upaya dekripsi semakin sulit.

Berbeda dengan hieroglif Mesir yang berhasil dipecahkan berkat Batu Rosetta, Skrip Lembah Indus tidak memiliki referensi silang dalam bahasa lain yang diketahui.

Selain itu, teks-teks yang ditemukan lebih banyak pada segmen perdagangan dan benda sehari-hari, bukan manuskrip keagamaan atau sejarah yang lebih panjang.

Karena itu, meski diyakini berisi informasi mengenai perdagangan, administrasi, atau tanda kepemilikan, belum ada yang berhasil memahami struktur bahasa dan maknanya.

Hadiah Rp16 Miliar

Putus asa menunggu jawaban dari komunitas ilmiah, Muthuvel Karunanidhi Stalin, Ketua Menteri Tamil Nadu, mengumumkan hadiah sebesar $1 juta (sekitar Rp16 miliar) bagi siapa pun yang berhasil menerjemahkan skrip ini dengan validasi dari para ahli arkeologi.

Upaya ini mirip dengan Vesuvius Challenge yang diluncurkan pada 2023, yang menawarkan hadiah bagi mereka yang berhasil mengungkap isi gulungan karbon dari Herculaneum. Tantangan itu akhirnya dimenangkan oleh tim yang menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk membaca teks yang terbakar akibat letusan Gunung Vesuvius pada tahun 79 M.

Jika tantangan ini berhasil, mungkin akan menginspirasi lebih banyak upaya crowdsourcing untuk memecahkan skrip kuno lainnya, seperti Linear A dari peradaban Minoan di Kreta, Rongorongo dari Pulau Paskah, atau Manuskrip Voynich, sebuah buku misterius berusia lebih dari 500 tahun yang isinya masih belum bisa diterjemahkan.

Masa Depan Dekripsi Skrip Kuno

Dengan meningkatnya minat terhadap pemecahan skrip kuno dan perkembangan teknologi seperti pengenalan pola berbasis AI, tantangan ini bisa membuka era baru dalam arkeologi digital. Jika Skrip Lembah Indus berhasil dipecahkan, kita mungkin akan mendapatkan wawasan baru tentang kehidupan dan budaya peradaban kuno ini, yang hingga kini masih diselimuti misteri.

Rekomendasi