Ilmuwan Berhasil Tanam Pohon Kurma dari Benih Berusia 2.000 Tahun, Ditemukan di Gua Naskah Laut Mati
Para ilmuwan tidak menyangka percobaan ini berhasil.
Tim ilmuwan menanam pohon kurma menggunakan benih atau biji kuno berusia 2.000 tahun yang ditemukan di gurun Yudea, wilayah Palestina yang dicaplok Israel.
Menurut The Atlantic, penelitian tim ilmuwan ini dimulai pada tahun 2005, saat mereka mencoba menumbuhkan benih dari Masada, sebuah benteng kuno di wilayah Palestina yang direbut Israel. Berdasarkan penanggalan radiokarbon, benih tersebut berusia sekitar 2.000 tahun.
Dipimpin Sarah Sallon, seorang dokter di Hadassah Medical Center, percobaan tim berhasil dan mereka berhasil menumbuhkan tanaman pertama mereka dari benih kuno tersebut, pohon kurma yang mereka beri nama Methuselah. Nama tersebut merujuk pada tokoh dalam Alkitab yang hidup hingga usia 969 tahun, seperti dikutip dari laman All That Interesting, Kamis (6/3).
Sallon mengakui ia tidak menyangka percobaan tersebut akan berhasil. Selain Methuselah, dalam beberapa tahun terakhir ditanam juga benih kurma kuno yang dinamakan Adam, Hannah, Uriel, Boaz, Jonah, dan Judith. Studi baru tim ilmuwan ini diterbitkan dalam jurnal Science Advances.
Para ilmuwan mengumpulkan spesimen benih dari Universitas Ibrani Yerusalem, yang sebagian besar bersumber dari situs arkeologi di wilayah tersebut.
Beberapa benih lebih awet daripada lainnya dan karenanya lebih cocok untuk percobaan ini. Secara keseluruhan, para ilmuwan menanam 32 benih yang terawetkan dengan baik di sebuah kibbutz kecil di Israel selatan, wilayah Palestina yang dicaplok.
Elaine Solowey, seorang kolaborator yang menanam benih di kibbutz, merendam benih tersebut dalam air dan menggunakan hormon tanaman dan pupuk komersial. Yang cukup menarik, protokol untuk menanamnya tidak jauh berbeda dari menanam benih modern.
Dari 32 benih yang ditanam, enam di antaranya tumbuh menjadi pohon kurma. Lima benih yang berhasil tumbuh berasal dari Masada atau Gua Qumran, tempat ditemukannya Naskah Laut Mati yang terkenal. Benih keenam berasal dari gua-gua di Wadi Makukh.