Gunakan Benih Berusia 1.000 Tahun, Ilmuwan Tanam Pohon yang Sudah Lama Hilang dan Dikisahkan Dalam Alkitab

Setelah bertahun-tahun menyemai benih tanaman tersebut, para peneliti berhasil mengidentifikasi pohon ini.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Gunakan Benih Berusia 1.000 Tahun, Ilmuwan Tanam Pohon yang Sudah Lama Hilang dan Dikisahkan Dalam Alkitab
Pohon Sheba (Guy Eisner/Communications Biology)

Para ilmuwan bereksperimen menanam benih berusia 1.000 tahun, yang ditemukan pada akhir 1980-an di Gurun Yudea, Palestina yang diduduki. Benih dengan panjang 2 cm tersebut berasal dari tahun 993 Masehi dan 1202 Masehi.

Setelah bertahun-tahun menyemai benih tanaman tersebut, para peneliti berhasil mengidentifikasi pohon muda yang dijuluki “Sheba” tersebut. Menurut studi baru, damar pohon ini bisa menjadi sumber balsem obat yang disebutkan dalam Alkitab, seperti dikutip dari The Independent, Rabu (25/9).

Analisis DNA mengungkapkan, pohon tersebut termasuk dalam spesies unik dari keluarga Commiphora, yang tersebar di Afrika, Madagaskar, dan Semenanjung Arab dan terkenal dengan resin getah aromatiknya. Para peneliti menduga pohon “Sheba” menjadi kandidat “Judean Balsam” atau “Balm of Judea”, yang dibudidayakan secara eksklusif di wilayah gurun di selatan Levant pada zaman Alkitab.

Balsam Yudea telah banyak dijelaskan dalam literatur dari periode Helenistik, Romawi-Bizantium, dan Pasca-Klasik antara abad ke-4 SM dan abad ke-8 Masehi. Getah pohon ini disebut "tsori" dalam ayat-ayat Alkitab dan sangat berharga di zaman kuno. Getah ini juga diekspor di seluruh Kekaisaran Romawi.

Penelitian awal menyebutkan getah pohon ini digunakan sebagai parfum, dupa, obat untuk katarak dan penawar racun. Namun sekitar abad ke-9, Balsam Yudea ini menghilang dari wilayah Levant (mencakup Suriah, Palestina, Lebanon, Yordania).

Studi DNA baru menunjukkan bahwa pohon “Sheba” kemungkinan besar digunakan pada zaman Alkitab sebagai batang bawah tempat tumbuhnya pohon parfum balsam Yudea yang legendaris.

“Pencangkokan juga dapat menjelaskan mengapa benih Commiphora belum teridentifikasi dari lokasi penggalian,” kata peneliti.

Mereka menemukan bahwa daun pohon muda memiliki senyawa aktif biologis dengan sifat anti-inflamasi.

Menurut para peneliti, 'Sheba', spesies Commiphora yang tidak diketahui dengan sidik jari genetik yang unik, mungkin mewakili takson punah yang dulunya berasal dari wilayah ini yang resinnya disebutkan dalam teks-teks Alkitab, dikaitkan dengan penyembuhan tetapi wangi.

Pohon muda tersebut belum menghasilkan bunga dan buah, sehingga para peneliti berharap dapat membantu mereka membandingkan pohon tersebut dengan spesies yang ada di masa kini. Mereka berspekulasi bahwa lingkungan tempat tumbuhnya sekarang mungkin tidak kondusif bagi pembungaan dan reproduksinya.

“Terlepas dari keterbatasan ini, penyemaian benih Commiphora kuno dari Gurun Yudea menunjukkan bukti kehadirannya pertama kali di wilayah ini sekitar 1.000 tahun yang lalu dan kemungkinan identifikasi dengan pohon atau semak asli yang dikaitkan dengan resin berharga 'tsori', yang digunakan sebagai obat dalam Alkitab,” jelas peneliti.

Rekomendasi