Hamas Setuju Bebaskan 10 Sandera Demi Masuknya Bantuan Kemanusiaan
Hamas setuju bebaskan 10 sandera Israel sebagai upaya majukan perundingan gencatan senjata di Gaza, namun dengan beberapa syarat..
Pejabat senior Hamas, Taher Al-Nunu, membenarkan kelompok perlawanan Palestina itu setuju untuk melepaskan 10 tawanan Israel yang saat ini ditahan di Gaza untuk menjamin pengiriman bantuan kemanusiaan dan mengakhiri perang yang sedang berlangsung di Jalur Gaza.
Dilansir Middle East Monitor, Rabu (9/7), dalam pernyataan yang dibuat kepada pers pada Rabu, Al-Nunu mengatakan Hamas menunjukkan tingkat fleksibilitas yang tinggi selama negosiasi yang sedang berlangsung di ibu kota Qatar, Doha, dan merespons secara positif terhadap mediator.
Ia mencatat putaran pembicaraan ini menghadapi tantangan serius, tetapi menegaskan bahwa gerakan tersebut tetap berkomitmen pada tuntutan intinya, yang terutama di antaranya adalah penarikan penuh pasukan Israel dari Gaza dan penghentian menyeluruh terhadap agresi.
Pernyataan Hamas juga bersamaan dengan pembicaraan gencatan senjata yang berlangsung alot. Hamas menggambarkan perundingan ini "sulit" karena sikap "tidak fleksibel" dari pihak Israel. Meskipun ada titik terang dengan kesediaan Hamas untuk membebaskan sandera, beberapa poin krusial masih menjadi batu sandungan dalam negosiasi.
.
Syarat Gencatan Senjata Permanen dari Hamas
Ia menekankan tujuan utama Hamas dalam segala negosiasi adalah untuk menjaga kepentingan rakyat Palestina dan menghentikan apa yang dia gambarkan sebagai "kejahatan genosida", sekaligus memastikan bahwa bantuan kemanusiaan dapat masuk ke Gaza secara bebas dan bermartabat.
Salah satu poin utama yang diajukan Hamas adalah jaminan gencatan senjata permanen. Hamas menginginkan kepastian bahwa kesepakatan gencatan senjata tidak hanya bersifat sementara. Mereka menuntut jaminan konkret bahwa penghentian pertempuran akan berlanjut setelah kesepakatan awal tercapai.
Optimisme di Tengah Pembicaraan yang Sulit
Meskipun pembicaraan gencatan senjata masih berlangsung sulit, ada secercah harapan. Presiden AS Donald Trump menyatakan optimisme bahwa kesepakatan dapat dicapai dalam beberapa hari mendatang. Pihak Israel juga mengindikasikan bahwa kondisi telah memungkinkan untuk kemajuan kesepakatan.
Kesepakatan ini diharapkan mencakup pengembalian jenazah sandera lainnya. Namun, Hamas menegaskan bahwa Gaza "tidak akan menyerah". Situasi di lapangan tetap sangat kritis dengan krisis kemanusiaan yang terus memburuk.
Semua pihak berharap agar kesepakatan dapat segera tercapai. Hal ini dapat mengakhiri kekerasan dan memberikan bantuan yang sangat dibutuhkan bagi warga Gaza.