FOTO: Myanmar Gelar Pemilu Nasional Pertama Sejak Kudeta Militer
Junta militer Myanmar memulai pemungutan suara tahap pertama pemilu nasional pada Minggu (28/12/2025) sebagai pemilihan pertama sejak kudeta 2021.
Junta militer Myanmar menyelenggarakan pemungutan suara tahap pertama pemilihan umum nasional pada Minggu, 28 Desember 2025. Pemilu ini menjadi yang pertama digelar dalam lima tahun terakhir sejak kudeta militer pada 2021 yang memicu konflik bersenjata dan perang saudara berkepanjangan di negara tersebut.
Sejak pagi hari waktu setempat, warga di sejumlah wilayah terlihat mendatangi tempat pemungutan suara. Proses pemilihan dimulai pukul 06.00 di beberapa daerah, termasuk Yangon, Mandalay, dan ibu kota Naypyidaw. Pemerintah militer menyebut pemilu ini sebagai bagian dari tahapan menuju pemulihan pemerintahan demokratis.
Namun, pelaksanaan pemilu berlangsung di tengah berbagai keterbatasan. Mantan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi masih menjalani hukuman penjara, sementara partainya, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), telah dibubarkan dan tidak ikut serta dalam kontestasi. Selain itu, pemungutan suara tidak dilakukan di wilayah yang dikuasai kelompok pemberontak, sehingga pemilu tidak dapat digelar secara serentak di seluruh negeri.
Myanmar yang berpenduduk sekitar 50 juta jiwa hingga kini masih terbelah akibat konflik bersenjata yang berlangsung di berbagai daerah. Kondisi keamanan menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi penyelenggaraan pemilu secara bertahap.
Komisi pemilihan yang dibentuk junta menjadwalkan pemilu nasional ini berlangsung dalam tiga tahap. Tahap pertama digelar pada 28 Desember 2025, disusul tahap kedua pada 11 Januari 2026, dan tahap ketiga pada 25 Januari 2026. Pemerintah militer menyatakan tahapan tersebut disesuaikan dengan kondisi keamanan di masing-masing wilayah.