Dirjen IAEA: Kami Tak Punya Bukti Iran Kembangkan Bom Nuklir
Israel dan AS telah berulang kali menuduh Iran berusaha membuat bom nuklir selama beberapa tahun terakhir.
Israel selama ini menuduh Iran mengembangkan senjata nuklir. Ini menjadi salah satu dalih negara Zionis tersebut menyerang Teheran pada Jumat (13/6), membunuh sejumlah komandan militer dan ilmuwan nuklir serta warga sipil.
Namun Direktur Jenderal (Dirjen) Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, menegaskan “tidak ada bukti” Iran telah berupaya mengembangkan senjata nuklir.
"Apa yang kami informasikan dan laporkan adalah bahwa kami tidak memiliki - seperti yang disebutkan beberapa sumber di sana, bahwa kami tidak memiliki bukti adanya upaya sistematis untuk beralih ke senjata nuklir," kata Grossi dalam wawancara dengan Christiane Amanpour dari CNN, dikutip dari The Cradle, Kamis (19/6).
Grossi mengatakan pihaknya tidak mengetahui apakah ada kegiatan rahasia yang dilakukan Iran tanpa sepengetahuan pengawas PBB. Sehari sebelumnya, Grossi mengatakan ia tidak dapat mengonfirmasi laporan Israel tentang persenjataan program nuklir Iran.
"Yah, saya tidak akan menilai pembacaan intelijen Israel," ujarnya.
“Ini evaluasi mereka … Saya tidak familier dengan laporan internal atau informasi yang mungkin mereka miliki. Padahal hingga awal tahun 2000-an dulu ada … konsensus umum tidak hanya dari IAEA, tetapi secara umum, secara internasional, ada upaya yang lebih atau kurang terstruktur dan sistematis ke arah perangkat nuklir – ini tidak terjadi sekarang, atau setidaknya kita tidak dapat mengatakan bahwa kita, sebagai IAEA, memiliki cukup banyak elemen kredibel, yang akan menunjuk langsung ke kemungkinan ini,” paparnya.
Pernyataan terbaru Grossi ini disampaikan sepekan setelah dewan IAEA mengeluarkan resolusi yang menuduh Iran tidak mematuhi kewajiban nuklir berdasarkan Perjanjian Non-Proliferasi (NPT), yang tidak menjadi kewajiban Israel dan program nuklir terlarangnya sendiri.
Israel dan AS telah berulang kali menuduh Iran berusaha membuat bom nuklir selama beberapa tahun terakhir. Tel Aviv mengklaim perangnya terhadap negara itu bertujuan untuk mencegah hal ini terjadi.
Penilaian intelijen tahunan AS yang diterbitkan pada Maret 2025 mengungkapkan "Iran tidak sedang membangun senjata nuklir."
Beberapa bulan sebelumnya, mantan kepala CIA William Burns mengatakan, "Kami tidak melihat tanda-tanda apa pun saat ini bahwa keputusan semacam itu telah dibuat."