Dikira Permen Susu, Wanita Ini Tak Sengaja Kunyah Petasan yang Meledak di Mulutnya
Kejadian ini memicu kecemasan di kalangan masyarakat, serta menimbulkan kekhawatiran mengenai kemasan petasan yang dapat menipu.
Seorang wanita dari China mengalami kejadian yang tidak terduga ketika ia mengira sebuah benda kecil yang dimakannya adalah permen. Namun, ternyata benda tersebut adalah petasan, yang menyebabkan luka di mulutnya setelah meledak secara tiba-tiba.
Insiden ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat terkait kemasan yang dapat menyesatkan, sebagaimana dilaporkan South China Morning Post, Rabu (12/2).
Wanita yang bernama Wu dan berasal dari Chengdu, Provinsi Sichuan, membagikan pengalamannya melalui media sosial. Ia menjelaskan, kemasan petasan itu sangat mirip dengan permen susu, sehingga ia tidak sengaja memakannya dan mengalami luka di mulut. Dalam wawancara yang dilakukan dengan Elephant News pada 5 Februari, Wu mengungkapkan bahwa petasan tersebut dibawa pulang oleh saudaranya.
"Ketika saya sedang menonton TV di ruang tamu dengan lampu mati, saudara laki-laki saya datang membawa sekantong makanan ringan. Saya pikir itu adalah permen susu talas yang saya suka waktu kecil, jadi saya membuka satu dan memasukkannya ke dalam mulut saya. Tiba-tiba, petasan itu meledak," ungkap Wu.
"Pada saat itu, saya sangat terkejut. Sebenarnya, saya tidak merasakan sakit; saya hanya mencium aroma mesiu di mulut saya. Mungkin saya merasa mati rasa, karena meskipun ada ledakan, saya tidak merasakan ketidaknyamanan saat makan atau menggosok gigi."
Foto-foto yang beredar menunjukkan petasan tersebut dibungkus dengan plastik film yang dilapisi aluminium foil, mirip dengan kemasan yang biasa digunakan untuk obat. Noda darah tampak jelas di mulutnya.
"Bukankah petasan ini seharusnya dikemas dalam kotak?" tanya Wu dalam unggahannya.
Insiden ini mendapatkan perhatian luas di kalangan netizen China, di mana banyak yang sepakat bahwa kemasan berbentuk kapsul itu bisa menyesatkan. Beberapa pengguna bahkan mengunggah gambar kemasan petasan ke mesin pencari pengenalan gambar, yang kemudian mengidentifikasinya sebagai "permen".