Menjelang Piala Thomas dan Uber 2026, sorotan tertuju pada rekam jejak historis bulu tangkis beregu dunia. Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai kekuatan utama, khususnya di sektor putra. Catatan gelar terbanyak menjadi bukti dominasi yang tak terbantahkan di kancah internasional.
Piala Thomas, kejuaraan beregu putra, telah menjadi saksi bisu kejayaan Indonesia dengan koleksi 14 trofi. Gelar terakhir yang diraih pada tahun 2020 mengakhiri dahaga panjang para penggemar bulu tangkis. Ini menunjukkan konsistensi tim Merah Putih dalam persaingan global.
Sementara itu, di sektor putri, Piala Uber menampilkan dominasi yang berbeda. China memimpin dengan 16 gelar, mengukuhkan diri sebagai tim tersukses sepanjang sejarah turnamen. Perjalanan panjang kedua turnamen ini akan berlanjut di Forum Horsens pada edisi 2026.
Advertisement
Advertisement
Indonesia tercatat sebagai negara dengan gelar terbanyak di Piala Thomas, mengoleksi total 14 trofi juara. Kemenangan terakhir diraih pada edisi 2020, mengakhiri penantian panjang sejak era keemasan pada tahun 1990-an hingga awal 2000-an.
Dominasi Indonesia di Piala Thomas terlihat jelas melalui dua periode emas yang tak terlupakan. Tim Merah Putih berhasil merebut empat gelar beruntun pada rentang tahun 1970–1979. Selain itu, lima gelar berturut-turut juga berhasil diraih sepanjang tahun 1994–2002, menunjukkan konsistensi luar biasa. Secara keseluruhan, Indonesia menjadi salah satu tim paling konsisten dengan 22 kali tampil di partai final.
Sejarah Piala Thomas yang panjang ini menjadi bukti kehebatan para pebulu tangkis putra Indonesia. Setiap gelar yang diraih tidak hanya menambah koleksi trofi, tetapi juga mengukuhkan reputasi Indonesia sebagai kekuatan bulu tangkis dunia.
Advertisement
Advertisement
Meskipun Indonesia mendominasi, peta persaingan di Piala Thomas terus berkembang dan semakin ketat. China muncul sebagai rival utama dengan koleksi 11 gelar, termasuk periode dominasi lima kali beruntun dari tahun 2004 hingga 2012. Pada edisi terakhir tahun 2024, China kembali berhasil merebut gelar juara.
Selain Indonesia dan China, hanya segelintir negara yang mampu menjuarai Piala Thomas. Malaysia mengoleksi lima gelar, dengan kemenangan terakhir pada tahun 1992. Jepang, Denmark, dan India masing-masing berhasil meraih satu gelar juara.
Denmark menjadi satu-satunya wakil Eropa yang pernah menjadi juara Piala Thomas, yakni pada edisi 2016. Fakta ini menunjukkan bahwa dominasi di turnamen beregu putra ini masih sangat terkonsentrasi di kawasan Asia.
Advertisement
Advertisement
Di sektor putri, dominasi justru berada di tangan China pada Piala Uber. Negeri Tirai Bambu ini telah mengoleksi 16 gelar, menjadikannya tim tersukses sepanjang sejarah turnamen beregu putri ini.
Jepang menyusul dengan enam gelar, menunjukkan kekuatan bulu tangkis putri yang signifikan. Sementara itu, Indonesia mengoleksi tiga trofi Piala Uber yang berhasil diraih pada tahun 1975, 1994, dan 1996. Amerika Serikat dan Korea Selatan juga pernah meraih gelar, masing-masing dengan tiga dan dua trofi.
Meskipun demikian, Indonesia tetap menjadi salah satu kekuatan utama di Piala Uber dengan total 16 kali menembus babak empat besar. Tim putri Indonesia juga berhasil menjadi finalis pada edisi 2024, menunjukkan potensi besar untuk kembali meraih gelar juara.
Advertisement
Advertisement
Secara historis, turnamen beregu bergengsi Piala Thomas dan Uber masih didominasi oleh negara-negara Asia. Di sektor putra, hanya Denmark yang mampu mematahkan dominasi tersebut pada tahun 2016. Sementara di sektor putri, gelar juara Piala Uber belum pernah keluar dari kawasan Asia dan Amerika.
Memasuki edisi 2026 yang akan diselenggarakan di Forum Horsens, Denmark, sejarah panjang ini menjadi latar belakang sekaligus tantangan bagi Indonesia. Tim Merah Putih diharapkan dapat kembali bersaing di level tertinggi dan mengukir sejarah baru.
Persiapan intensif tentu akan dilakukan untuk menghadapi tantangan ini. Dengan komposisi pemain yang memadukan pengalaman dan regenerasi, Indonesia bertekad untuk memberikan penampilan terbaik di Piala Thomas dan Uber 2026.
Advertisement
- Indonesia (14 gelar): 1958, 1961, 1964, 1970, 1973, 1976, 1979, 1984, 1994, 1996, 1998, 2000, 2002, 2020
- China (11 gelar): 1982, 1986, 1988, 1990, 2004, 2006, 2008, 2010, 2012, 2018, 2024
- Malaysia (5 gelar): 1949, 1952, 1955, 1967, 1992
- Jepang (1 gelar): 2014
- Denmark (1 gelar): 2016
- India (1 gelar): 2022
- China (16 gelar): 1984, 1986, 1988, 1990, 1992, 1998, 2000, 2002, 2004, 2006, 2008, 2012, 2014, 2016, 2020, 2024
- Jepang (6 gelar): 1966, 1969, 1972, 1978, 1981, 2018
- Indonesia (3 gelar): 1975, 1994, 1996
- Amerika Serikat (3 gelar): 1957, 1960, 1963
- Korea Selatan (2 gelar): 2010, 2022
Sumber: AntaraNews
Advertisement