Di Mana Netanyahu Setelah Serangan Rudal Iran Menghantam Kantornya di Tel Aviv?
Pasukan Garda Revolusi Iran kemarin mengklaim telah menembakkan rudal ke kantor Netanyahu di Tel Aviv.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu adalah pihak pertama yang mengklaim dalam pidato video bahwa serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran pada Sabtu mengakibatkan tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Namun sejak itu, Netanyahu pernah lagi muncul di depan publik secara langsung.
Di tengah ketidakhadirannya, laporan beredar di media sosial pada Sabtu yang menyebutkan bahwa pesawat Netanyahu, Wings of Zion, diduga terbang ke Jerman. Laporan tersebut didasarkan pada dugaan data pelacakan penerbangan dari pesawat yang digunakan oleh PM Israel.
Namun, tidak ada laporan terkonfirmasi yang menyatakan bahwa Benjamin Netanyahu meninggalkan Israel menuju Jerman setelah serangan AS-Israel yang menewaskan Ali Khamenei. Pembaruan yang diunggah di akun media sosial Kantor Perdana Menteri Israel menyebutkan bahwa Netanyahu bertemu dengan Menteri Pertahanan, Kepala Staf, dan Direktur Mossad di Tel Aviv pada Minggu.
Viral di Media Sosial
Unggahan tersebut menunjukkan bahwa Netanyahu tetap berada di Israel meskipun ada klaim bahwa ia pergi ke Jerman. Foto-foto pertemuan itu juga dibagikan.
“Kemarin di sini, di Tel Aviv, dan sekarang di Beit Shemesh, kita kehilangan orang-orang terkasih. Hati saya bersama keluarga mereka, dan atas nama seluruh warga Israel, saya menyampaikan harapan agar para korban luka segera pulih,” bunyi pernyataan Netanyahu dalam pernyataan.
Klaim bahwa Netanyahu telah dibunuh juga viral di media sosial, dengan banyak akun melaporkan PM Israel tersebut tewas dalam aksi balasan yang melibatkan Iran.
Iran melalui Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) pada Senin mengklaim telah melakukan serangan terhadap target pemerintah dan militer Israel, termasuk kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di Tel Aviv serta lokasi keamanan di Haifa dan Yerusalem timur, menurut kantor berita Fars yang berafiliasi dengan IRGC.
“Kantor perdana menteri kriminal rezim Zionis dan markas komandan angkatan udara rezim tersebut menjadi sasaran,” kata IRGC dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Wion News, Selasa (3/3).
Muncul di Lokasi Serangan Iran
Garda Revolusi, yang melapor kepada Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei — yang tewas dalam serangan gabungan AS-Israel pada Sabtu — menyatakan bahwa serangan itu juga menargetkan markas komandan angkatan udara Israel.
Beberapa jam setelah klaim tersebut, Netanyahu muncul di publik di lokasi serangan rudal Iran di Beit Shemesh yang menewaskan sembilan orang. Ia mengatakan bahwa kampanye AS-Israel bertujuan untuk menghilangkan ancaman eksistensial sekaligus menciptakan kondisi bagi perubahan di dalam Iran.
Netanyahu juga melakukan penampilan pertamanya dalam wawancara televisi setelah Iran menyerang kantornya.
Netanyahu muncul dalam wawancara dengan Fox News dan menegaskan bahwa operasi di Iran bisa berlangsung cukup lama tetapi tidak akan menjadi “perang tanpa akhir.”
“Anda tidak akan mengalami perang tanpa akhir,” kata Netanyahu. “Ini akan menjadi tindakan yang cepat dan tegas.” Ia kemudian menambahkan bahwa konflik tersebut “mungkin membutuhkan waktu, tetapi tidak akan berlangsung bertahun-tahun.”
PM Israel itu juga menuding Iran telah membangun lokasi baru untuk senjata nuklir yang dalam beberapa bulan ke depan tidak akan mungkin lagi diserang. “Mereka mulai membangun lokasi baru, tempat baru, bunker bawah tanah, yang akan membuat program rudal balistik dan program bom atom mereka kebal dalam beberapa bulan. Jika tidak ada tindakan sekarang, tidak akan ada tindakan yang bisa diambil di masa depan.”