Baru Sepekan Perang dengan Iran, 3.200 Tentara AS Jadi Korban dan 43 Persen Peralatan Tempur Miliaran Dolar Hancur Lebur
Stok pertahanan udara AS dan Israel juga dilaporkan kian menipis dengan kerusakan peralatan tempur mencapai 43 persen.
Seorang pejabat senior intelijen Iran yang berbicara secara eksklusif kepada koresponden Press TV, mengungkapkan estimasi rinci mengenai kerusakan yang ditimbulkan terhadap militer Amerika di kawasan selama tujuh hari pertama perang yang sedang berlangsung.
Dilansir Press TV, Selasa (17/3), menurut pejabat tersebut, sumber-sumber eksternal memberikan Iran penilaian komprehensif mengenai kerugian Amerika—baik korban jiwa maupun kerugian material akibat operasi militer balasan Iran sejak 28 Februari.
Temuan utama menunjukkan stok pertahanan udara bagi Amerika Serikat dan rezim Israel kian menipis, sebuah perkembangan yang disebut “sangat serius” oleh pejabat tersebut.
Laporan intelijen tersebut juga merinci korban yang signifikan, dengan sedikitnya 200 personel militer AS tewas dan lebih dari 3.000 lainnya terluka dalam pekan pertama saja.
Kerugian material yang diuraikan juga sangat besar.
Pejabat itu mengatakan AS kehilangan 150 platform peluncur rudal dan 23 sistem pertahanan udara Patriot. Sebanyak 37 pesawat dan helikopter juga hancur.
AS Minta Bantuan Sekutu Regional
Perang terhadap Republik Islam Iran dimulai pada 28 Februari dengan pembunuhan Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei.
Dalam gelombang awal yang sama, hampir 170 anak sekolah juga tewas setelah sebuah sekolah dasar di Iran selatan secara sengaja menjadi sasaran serangan koalisi perang AS-Israel.
Sebagai balasan, angkatan bersenjata Iran sejauh ini telah mengerahkan 58 gelombang Operasi True Promise 4, menghantam lokasi militer Israel di wilayah pendudukan serta pangkalan militer AS di seluruh kawasan.
Sementara pejabat AS dan Israel tetap bungkam mengenai skala kerusakan akibat serangan Iran, media independen dan analis memperkirakan biaya kehancuran mencapai puluhan miliar dolar.
Secara khusus, mereka menyoroti hampir hancurnya sistem pertahanan dan radar AS-Israel akibat serangan rudal presisi Iran, dengan laporan yang menyebutkan bahwa rezim Tel Aviv meminta tambahan bantuan militer dari AS, sementara Washington meminta bantuan sekutu regionalnya.
Pejabat tersebut juga dilaporkan mengatakan bahwa 43% stok senjata Washington telah musnah.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump membuat klaim serupa, menyatakan bahwa Iran hampir dihancurkan oleh aksi militer AS. Ia baru-baru ini menyebut bahwa militer Iran telah mengalami kerusakan sangat parah sehingga membutuhkan satu dekade untuk membangun kembali.
“Secara militer, menurut saya, kami pada dasarnya telah mengalahkan Iran. Mungkin mereka bisa sedikit melawan, tapi tidak banyak. Tidak banyak. Kami telah melumpuhkan angkatan udara mereka, seperti yang Anda tahu. Kami telah menghancurkan pertahanan udara mereka. Mereka sama sekali tidak memiliki pertahanan udara,” katanya.