Arkeolog Temukan Racun Panah Tertua di Dunia Berusia 7.000 Tahun, Tertancap Pada Tulang Makhluk yang Tak Terduga
Ada tiga mata panah yang ditemukan dalam tulang makhluk tersebut.
Arkeolog menemukan racun panah tertua di dunia berusia 7.000 tahun saat menggali Gua Kruger di Afrika Selatan. Tiga mata panah ini ditemukan di dalam tulang paha antelop yang tertanam di rongga sumsumnya. Tulang antelop ini ditemukan dalam penggalian tahun 1983.
Tulang antelop ini disimpan di Universitas Witwatersrand selama hampir empat dekade. Tim arkeolog dari Universitas Johannesburg yang dipimpin Profesor Muda Justin Bradfield kembali menyelidiki tulang paha antelop ini pada 2022 dan juga menganalisis isinya.
Penelitian tersebut berfokus pada bahan organik, melakukan analisis rinci terhadap matriks kimia di sekitar mata panah. Hasilnya, para arkeolog menemukan gabungan sedikitnya dua bahan tanaman beracun, termasuk glikosida jantung yang diketahui mengganggu fungsi jantung. Digitoksin dan strofanthidin diidentifikasi, bersama asam risinoleat, produk sampingan dari lektin risin yang beracun.
Penemuan senyawa tersebut menunjukkan masyarakat kuno mahir mencampur berbagai racun tanaman untuk menciptakan racun berburu yang efektif. Demikian dikutip dari Arkeonews, Selasa (28/1).
Menariknya, tidak ada spesies tanaman yang mengandung racun ini yang berasal dari daerah Gua Kruger. Ini menunjukkan, bahan-bahan tersebut mungkin berasal dari lokasi yang jauh atau melalui jaringan perdagangan yang mapan. Temuan ini menantang asumsi sebelumnya tentang pergerakan tanaman non-domestik di Afrika Selatan selama periode ini.
Kecanggihan Masyarakat Purba
Penemuan ini mengungkap pengangkutan jarak jauh tanaman non-domestik di Afrika mungkin telah terjadi jauh lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya. Meskipun para peneliti telah lama mengetahui bahwa pengangkutan kerang sebagai hiasan dan mata uang sudah umum di seluruh benua itu jauh sebelum 7.000 tahun yang lalu, pergerakan tanaman pada masa lebih awal sangat tidak terduga.
Penemuan ini tidak hanya membentuk kembali pemahaman kita tentang praktik perdagangan kuno tetapi juga menekankan kecanggihan masyarakat manusia awal dalam interaksi mereka dengan alam.
Penemuan ini menambah bukti-bukti yang berkembang mengenai penggunaan racun dalam teknologi berburu, yang telah didokumentasikan di berbagai budaya di seluruh dunia. Temuan-temuan di Gua Kruger menjelaskan praktik-praktik berburu kuno sekaligus menunjukkan pemahaman yang lebih maju tentang pemanfaatan sumber daya alam oleh masyarakat manusia purba.