Arab Saudi Tolak Visa Haji Para Pengungsi Palestina di Suriah Walaupun Memenuhi Syarat
Langkah Arab Saudi ini tuai kecaman dan dinilai diskriminatif.
Arab Saudi kembali menuai kecaman setelah menolak memberikan visa haji kepada pengungsi Palestina yang tinggal di Suriah untuk musim haji 2025. Keputusan ini diungkapkan Action Group for Palestinians of Syria. Penolakan ini menambah daftar panjang kesulitan yang dihadapi pengungsi Palestina dalam menjalankan ibadah.
Meskipun para pengungsi telah menyelesaikan semua persyaratan pendaftaran haji, mereka tetap dikecualikan dari proses tersebut oleh Kementerian Awqaf Suriah. Tindakan ini memicu kekecewaan dan kemarahan di kalangan komunitas pengungsi Palestina. Banyak yang merasa hak mereka untuk beribadah telah dilanggar.
Dikutip dari Quds News Network, pada 5 Maret, Kementerian Awqaf Suriah membuka pendaftaran haji untuk tahun 2025. Pernyataan resmi mencantumkan dokumen dan persyaratan yang diperlukan. Namun, tidak disebutkan tentang pengungsi Palestina.
Salah satu persyaratan menyatakan pelamar harus memiliki kewarganegaraan Suriah. Frasa yang biasa digunakan adalah “atau yang setara,” yang sering kali mencakup pengungsi Palestina, tidak ada.
Sumber-sumber menyebutkan keputusan ini berasal dari otoritas Arab Saudi, bukan dari kementerian Suriah. Hal ini menunjukkan adanya kebijakan yang diskriminatif terhadap pengungsi Palestina. Kasus ini menyoroti tantangan sistemik yang dihadapi pengungsi dalam mengakses hak-hak dasar mereka.
Kebijakan ini bukan pertama kalinya terjadi. Tahun lalu, Arab Saudi awalnya menyetujui visa haji untuk kelompok ini. Namun kemudian membatalkannya setelah mengeluarkan beberapa visa, sehingga mengecewakan banyak orang. Tindakan ini menimbulkan pertanyaan tentang konsistensi dan transparansi kebijakan Arab Saudi terhadap pengungsi Palestina.
Action Group mendesak Arab Saudi untuk membatalkan keputusan tersebut dan menyerukan hak semua pengungsi Palestina untuk menjalankan ibadah mereka. Mereka juga meminta organisasi internasional untuk menekan Arab Saudi agar menghormati hak-hak pengungsi Palestina. Kasus ini menjadi perhatian serius bagi komunitas internasional.