Manchester United Pecat Ruben Amorim
Hubungan antara Ruben Amorim dan Manchester United berakhir lebih cepat dari yang diharapkan.
Kebersamaan Ruben Amorim dengan Manchester United berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan. Manajemen Setan Merah telah resmi memecat pelatih asal Portugal tersebut setelah serangkaian hasil yang tidak memuaskan di Premier League 2025/2026. Pertandingan terakhir Amorim sebagai pelatih Manchester United terjadi ketika timnya bermain imbang 1-1 melawan Leeds United di Elland Road pada hari Minggu (4/1/2026). Hasil tersebut membuat United terjebak di posisi keenam klasemen setelah menjalani 20 pertandingan.
Meskipun hanya tertinggal tiga poin dari zona Liga Champions, penampilan Setan Merah dinilai tidak sesuai dengan ambisi klub sebesar Manchester United. Inkonsistensi dalam permainan dan kegagalan memanfaatkan momentum menjadi faktor utama yang dipertimbangkan oleh manajemen. Namun, pemecatan Amorim tidak hanya dipicu oleh hasil di lapangan. Hubungan yang memburuk di belakang layar juga berkontribusi pada percepatan akhir masa jabatannya di Old Trafford.
Penyebab Utama
Keputusan untuk memecat Ruben Amorim diambil oleh jajaran pimpinan klub, termasuk CEO Omar Berrada dan direktur sepak bola Jason Wilcox. Laporan internal menunjukkan adanya ketegangan dalam hubungan antara Amorim dan manajemen yang berkembang dalam beberapa pekan terakhir. Ketegangan ini sempat diungkapkan secara terbuka oleh Amorim. Setelah pertandingan melawan Leeds United, ia menegaskan bahwa posisinya adalah "manajer", bukan sekadar "pelatih". "Ini akan terus seperti ini selama 18 bulan atau sampai dewan memutuskan perubahan. Saya tidak akan mundur. Saya akan bekerja sampai orang lain datang menggantikan saya," ucap Amorim kala itu.
Situasi di dalam klub semakin memanas seiring dengan pernyataan Amorim yang menegaskan komitmennya untuk tetap bertahan. Hal ini menunjukkan bahwa ia memiliki keyakinan terhadap kemampuannya untuk memimpin tim meskipun ada ketidakpuasan dari pihak manajemen. Ketegangan yang terjadi menciptakan suasana yang tidak kondusif bagi perkembangan tim, dan hal ini mungkin menjadi salah satu alasan utama di balik keputusan pemecatan tersebut. Dengan adanya laporan internal yang menyebutkan keretakan hubungan, jelas bahwa masalah ini telah menjadi perhatian serius bagi pimpinan klub.
Darren Fletcher Jadi Pelatih Interim
Setelah pemecatan Amorim, Manchester United dilaporkan akan menunjuk Darren Fletcher sebagai pelatih sementara. Mantan pemain gelandang Setan Merah yang saat ini melatih tim U-18 tersebut diproyeksikan untuk memimpin tim dalam waktu dekat. Pertandingan tandang melawan Burnley pada Rabu (7/1/2026) malam WIB akan menjadi ujian pertama Fletcher di level senior. Sementara itu, manajemen United diperkirakan baru akan mengangkat pelatih permanen pada musim panas mendatang.
Pemecatan Ruben Amorim juga memiliki dampak besar terhadap kondisi keuangan klub. Dalam kontrak yang ditandatangani saat ia meninggalkan Sporting CP pada November 2024, tidak ada klausul pemutusan dengan kompensasi yang ringan. Hal ini berarti Manchester United harus membayar penuh sisa kontrak Amorim yang sebenarnya berlaku hingga 2027, dengan opsi untuk perpanjangan satu musim. Keputusan ini menambah daftar biaya tinggi terkait pergantian pelatih di era modern Setan Merah.
Fleksibilitas Taktik
Selama 14 bulan melatih Manchester United, Ruben Amorim sering kali mendapat kritik karena dianggap terlalu kaku dalam pendekatan taktik yang diterapkannya. Formasi 3-4-3 menjadi pilihan utama yang jarang ia ubah, meskipun tidak selalu menghasilkan performa yang diharapkan. Namun, laporan dari The Athletic pada bulan Desember lalu mengungkap bahwa United sempat bereksperimen dengan berbagai skema lain selama sesi latihan. Amorim bahkan berhasil meraih kemenangan 1-0 atas Newcastle United dengan menggunakan formasi 4-2-3-1 pada 26 Desember. Sayangnya, pada pertandingan berikutnya, ia kembali menggunakan sistem tiga bek dan hanya mampu mendapatkan hasil imbang 1-1 melawan Wolverhampton Wanderers. Inkonsistensi dalam pendekatan taktik ini dianggap oleh manajemen sebagai salah satu penyebab utama kegagalan.
Saat ini, Manchester United tengah menghadapi fase transisi yang baru. Dengan kepergian Ruben Amorim, banyak pertanyaan yang muncul mengenai masa depan tim, sementara Old Trafford bersiap menyambut era baru yang arah dan tujuannya masih belum sepenuhnya jelas. Perubahan ini diharapkan dapat membawa harapan baru bagi para penggemar dan manajemen klub, meskipun tantangan yang dihadapi tetap besar. Semua pihak di klub kini menantikan langkah selanjutnya yang akan diambil untuk mengembalikan kejayaan Manchester United di pentas sepak bola dunia.