Catatan Buruk Persebaya, Kerap Kebobolan di Injury Time
Persebaya telah kebobolan empat gol pada menit injury time dalam pertandingan Liga 1 musim ini, catatan yang perlu diperhatikan.
Persebaya Surabaya menunjukkan performa yang tidak konsisten selama BRI Liga 1 2024/2025. Hasil yang diperoleh dalam putaran pertama dan kedua sangat berbeda. Pada putaran pertama, tim yang berasal dari Kota Pahlawan ini berhasil mencatat 11 kemenangan, empat hasil imbang, dan hanya dua kekalahan. Dengan perolehan 37 poin, mereka menempati posisi kedua dalam klasemen setelah 17 pertandingan di paruh musim.
Sementara itu, pada putaran kedua, sudah ada 14 pertandingan yang dimainkan. Persebaya masih bertahan di papan atas, tepatnya di posisi ketiga, namun hanya mampu meraih empat kemenangan, sedangkan 10 pertandingan lainnya berakhir dengan lima hasil imbang dan lima kekalahan.
Performa Persebaya memang mengalami penurunan sejak memasuki putaran kedua. Tim Bajul Ijo sempat mengalami enam laga tanpa kemenangan, di mana empat di antaranya berakhir dengan kekalahan berturut-turut. Menariknya, selama musim ini, Persebaya sudah kebobolan di waktu tambahan (injury time) sebanyak empat kali, yang berujung pada hasil kekalahan atau imbang.
Semua insiden tersebut terjadi di putaran kedua. Ada momen di mana mereka hampir meraih satu poin, tetapi justru berakhir dengan kekalahan. Bahkan, ada juga situasi di mana kemenangan yang sudah di depan mata hilang karena lawan berhasil menyamakan kedudukan. Bola.com telah merangkum empat pertandingan di mana Persebaya kecolongan di menit-menit akhir. Simak ulasannya:
Lawan Barito Putera
Laga ini menunjukkan bahwa pertahanan Persebaya Surabaya sangat lemah. Sejak menit awal, Barito Putera sudah menunjukkan performa yang mengesankan. Dua gol yang dicetak oleh Matias Mier pada menit ke-8 dan ke-23 menjadi bukti jelas akan keroposnya lini belakang tim Persebaya.
Selain itu, Matias Mier juga berhasil menambah gol ketiga di masa injury time. Dengan demikian, dia mencetak hattrick yang membuat tim Bajul Ijo harus menerima kekalahan dengan skor 0-3 dalam pertandingan pekan ke-20 yang diadakan di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.
Lawan Persis
Duel antara Persis Solo dan Persebaya menunjukkan performa yang seimbang dari kedua tim. Namun, Persebaya terpaksa bermain dengan sepuluh pemain setelah Gilson Costa menerima kartu merah pada menit ke-56.
Dua menit setelahnya, Persis Solo berhasil membuka keunggulan dengan gol yang dicetak oleh Moussa Sidibe pada menit ke-58. Beruntung bagi Persebaya, mereka mendapatkan kesempatan penalti yang dieksekusi dengan baik oleh Francisco Rivera pada menit ke-74, sehingga skor menjadi imbang.
Selama 90 menit pertandingan di Stadion Manahan, Solo, skor tetap 1-1, dan tampaknya Persebaya akan pulang ke Surabaya dengan membawa satu poin. Namun, harapan tersebut sirna saat memasuki waktu tambahan.
Ramadhan Sananta menjadi pahlawan bagi Persis dengan gol yang dicetaknya di akhir pertandingan. Gol tersebut memastikan kemenangan Persis dengan skor 2-1 dan membuat Persebaya gagal meraih poin dalam laga pekan ke-22 ini.
Lawan PSIS
Dalam peran sebagai tuan rumah, Persebaya diunggulkan untuk meraih kemenangan melawan PSIS Semarang pada pekan ke-27. Banyak peluang tercipta, dan Rivera berhasil menjebol gawang lawan pada menit ke-44 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Namun, di babak kedua, Persebaya gagal memanfaatkan sejumlah peluang emas yang ada. Salah satu momen krusial terjadi ketika Oktafianus Fernando, yang sudah berhadapan langsung dengan kiper tanpa tekanan dari pemain PSIS lainnya, melewatkan kesempatan emas saat injury time. Pemain yang akrab disapa Ofan tersebut memilih untuk menembak, tetapi bola hasil tendangannya melenceng dari sasaran.
Di tengah situasi tersebut, Mahesa Jenar melakukan serangan balik yang cepat. Mereka berhasil mendapatkan tendangan sudut dan langsung melaksanakannya dalam tempo yang cepat. Setelah umpan silang yang terukur, Septian David Maulana berhasil mencetak gol, sehingga mengubah skor menjadi 1-1 hanya sekitar 30 detik setelah peluang emas yang terbuang oleh Ofan. Momen ini menunjukkan betapa cepatnya perubahan keadaan dalam sebuah pertandingan, di mana satu peluang yang hilang bisa berujung pada gol bagi lawan.
Lawan Persik
Duel ini masih menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan penggemar sepak bola. Pertemuan antara Persebaya dan Persik Kediri memang menarik perhatian banyak orang. Laga yang berlangsung pada pekan ke-31 ini dihelat di Stadion Brawijaya, Kediri, dan disertai dengan hujan gol. Persebaya menunjukkan performa yang impresif dengan selalu unggul terlebih dahulu. Tiga gol yang dicetak oleh Bruno Moreira (34'), Flavio Silva (45'), dan Malik Risaldi (47') membuat mereka memimpin. Meskipun demikian, skor sebenarnya adalah 2-3, di mana dua gol dari Persik dicetak oleh Ramiro Fergonzi (39') dan Ze Valente (53'). Tim Bajul Ijo hampir meraih poin penuh di Kediri, tetapi Fergonzi berhasil mencetak gol kedua di menit injury time (90+6'). Akhirnya, kedua tim asal Jawa Timur ini harus puas berbagi angka.
Salah satu momen krusial yang memengaruhi jalannya pertandingan adalah ketika injury time berlangsung. Wasit memberikan tambahan waktu empat menit saat Bajul Ijo unggul 3-2. Namun, Persebaya tampak memilih untuk mengulur waktu agar Persik kesulitan dalam menyamakan kedudukan. Di tengah situasi tersebut, Malik Risaldi terjatuh dan mengalami cedera, sehingga harus ditandu keluar. Ia kemudian digantikan oleh Rizky Dwi Pangestu. Selain itu, terdapat satu pergantian pemain yang terlihat jelas untuk memperlambat waktu, di mana Francisco Rivera ditarik keluar dan diganti dengan Riswan Lauhim. Situasi semakin menegangkan ketika injury time sudah melebihi empat menit, dan hal ini justru membuat Persebaya kelabakan, hingga kebobolan gol Persik yang mengakhiri laga dengan skor 3-3.