Persebaya Surabaya harus mengakui keunggulan Bhayangkara Presisi Lampung FC setelah takluk 2-1 dalam laga yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, pada Sabtu malam, 15 Februari. Kekalahan ini menjadi sorotan utama setelah pelatih tim, Bernardo Tavares, memberikan evaluasinya.
Dalam konferensi pers pasca-pertandingan, Tavares secara terbuka mengungkapkan bahwa timnya bermain kurang tenang, terutama pada babak pertama. Kondisi ini dimanfaatkan dengan baik oleh tim tamu yang berhasil mencetak dua gol krusial.
Meskipun Persebaya menciptakan beberapa peluang, efektivitas penyelesaian akhir menjadi masalah serius yang tidak mampu diatasi. Kiper Persebaya, Andhika Ramadhani, juga menyampaikan permohonan maaf kepada Bonek Bonita atas hasil yang mengecewakan ini.
Advertisement
Advertisement
Pelatih Bernardo Tavares menyoroti performa timnya di babak pertama yang dinilai kurang tenang. Menurut Tavares, setelah Bhayangkara mencetak gol pertama, para pemainnya cenderung bermain dengan emosi daripada menggunakan strategi yang matang.
Bhayangkara Presisi Lampung FC menunjukkan efektivitas luar biasa dengan hanya dua tembakan ke gawang pada babak pertama, namun keduanya berhasil dikonversi menjadi gol. Gol-gol tersebut tercipta dari situasi bola mati dan transisi cepat yang tidak mampu diantisipasi pertahanan Persebaya.
Tavares juga mengakui bahwa meskipun Persebaya menciptakan beberapa peluang emas, termasuk dari Rivera dan Bruno, penyelesaian akhir mereka tidak akurat. Kondisi ini diperparah dengan kurangnya dominasi Persebaya dalam memenangkan bola-bola kedua di area depan, sementara lawan lebih menguasai lini tengah.
Advertisement
Advertisement
Meski hasil akhir tidak memuaskan, Bernardo Tavares memberikan apresiasi tinggi terhadap semangat juang para pemainnya di babak kedua. Tim tampil lebih agresif dan menunjukkan peningkatan performa yang signifikan, meskipun hanya mampu mencetak satu gol balasan.
Untuk mengejar ketertinggalan, Tavares melakukan beberapa perubahan strategis di menit-menit akhir pertandingan. Ia memasukkan pemain muda dan bahkan menempatkan seorang bek tengah di posisi penyerang, menunjukkan upaya maksimal untuk mengubah jalannya pertandingan.
Perubahan taktik ini bertujuan untuk meningkatkan daya gedor dan menciptakan lebih banyak peluang. Kerja keras pemain di babak kedua menjadi catatan positif yang diakui oleh sang pelatih, meskipun belum cukup untuk menghindari kekalahan.
Advertisement
Advertisement
Selain evaluasi performa tim, Tavares juga menyinggung tentang pertandingan yang menurutnya terlalu sering terhenti. Ia mengklaim bahwa Bhayangkara Presisi Lampung FC kerap mengulur waktu, sebuah taktik yang terjadi sejak babak pertama hingga babak kedua.
Meskipun ada keluhan mengenai penguluran waktu dan tambahan waktu yang hanya lima menit, Tavares menegaskan bahwa kekalahan Persebaya bukan disebabkan oleh keputusan wasit. Ia secara lugas menyatakan bahwa efektivitas tinggi Bhayangkara dalam memanfaatkan peluang adalah faktor penentu.
“Kami kalah karena lawan mencetak dua gol, dan kami hanya mencetak satu, itu saja,” tutur Tavares, menekankan bahwa hasil akhir adalah cerminan dari efektivitas masing-masing tim. Kiper Andhika Ramadhani juga menyampaikan permohonan maaf kepada suporter atas hasil yang tidak memuaskan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews