Jelang Pleidoi Kasus Narkoba, Aditya Zoni Sambangi Ammar Zoni di Penjara, Panjatkan Doa Penuh Harap
Menjelang sidang kasus narkoba yang akan membahas pleidoi, Aditya Zoni, adik kandung Ammar Zoni, datang ke lapas untuk memberikan dukungan moral.
Dukungan dari keluarga menjadi kekuatan utama bagi Ammar Zoni dalam menghadapi proses hukum terkait kasus narkoba yang kembali menimpanya. Menjelang sidang dengan agenda pembacaan pleidoi, adik Ammar, Aditya Zoni, datang ke lapas untuk memberikan dukungan moral.
Jon Mathias, selaku kuasa hukum Ammar Zoni, mengonfirmasi kehadiran keluarga saat ia menyusun pembelaan bersama kliennya. Ia menyatakan bahwa keluarga tetap solid dan memberikan pendampingan bagi Ammar Zoni meskipun dalam situasi sulit.
"Ada, ada. Ya malahan tadi juga adiknya ada itu bareng sama kami. Kami saja baru keluar sama adiknya juga, Adit ada, Panji ada, keluarganya," kata Jon Mathias di Lapas Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (1/4/2026).
Ia menambahkan, "Ngobrolnya tentu support untuk Ammar Zoni besok memberikan pleidoi yang baik. Kemudian juga sama-sama berdoa untuk besok, dia mudah-mudahan enggak sakit ya kan supaya sukses membacakan ini." Pertemuan yang berlangsung cukup lama tersebut juga dimanfaatkan untuk mendampingi Ammar Zoni dalam menuliskan curahan hati sebagai bagian dari pembelaan pribadi.
Jon Mathias menyebutkan bahwa proses edukasi dalam penyusunan pleidoi ini sangat penting agar Ammar Zoni dapat menyampaikan argumen dengan tepat.
"Ya, pertama-tama kami datang ke lapas itu dalam rangka mengedukasi Ammar untuk penyusunan pleidoi pribadi. Siap. Alhamdulillah dia sudah menyusun pleidoi. Kami datang tadi jam dua, baru berakhir karena kami membantu mengedukasi dia untuk menyusun pleidoi," jelas Jon Mathias.
Dengan dukungan keluarga dan bimbingan hukum yang baik, diharapkan Ammar Zoni dapat menghadapi sidang dengan lebih percaya diri.
Dia sering menangis
Jon Mathias mengakui bahwa kondisi psikologis Ammar Zoni mengalami fluktuasi saat ia harus mengingat kembali kenangan pahit yang berkaitan dengan orang tuanya. Kehadiran anggota keluarga, seperti Aditya Zoni, sangat membantu dalam menenangkan emosinya.
"Ya, dia pasti dalam membacakan itu ke kami ya, dalam menyusun itu dia banyak menangis. Dalam membacakan pleidoi itu kalau kita menengok riwayat hidupnya, luar biasa juga, itu bisa menangis juga, sedih juga," ucapnya.
Situasi yang dialami Ammar Zoni menunjukkan betapa beratnya beban emosional yang harus ditanggungnya. Dukungan dari keluarga menjadi faktor penting dalam proses pemulihannya.
"Ya, dia pasti dalam membacakan itu ke kami ya, dalam menyusun itu dia banyak menangis. Dalam membacakan pleidoi itu kalau kita menengok riwayat hidupnya, luar biasa juga, itu bisa menangis juga, sedih juga," ucapnya.
Hal ini menunjukkan bahwa kehadiran orang-orang terdekat sangat berdampak pada kesejahteraan mental seseorang.
Memulai perjalanan karier
"Bagaimana dia ibaratnya merintis karier. Bagaimana penderitaan ditinggal dulu adiknya yang adik pertamanya perempuan dulu meninggal, kemudian ibunya meninggal juga, sampai bapaknya meninggal dalam keadaan dia sangat butuh support dari orang-orang yang dia cintai," urai Jon Mathias.
Meskipun sedang menjalani hukuman di balik jeruji besi, Ammar Zoni dilaporkan masih dapat melaksanakan ibadah dan merayakan Lebaran dengan baik. Jon Mathias memberikan apresiasi kepada pihak pengelola lembaga pemasyarakatan yang telah memberikan pelayanan yang baik kepada kliennya, sehingga Ammar Zoni tetap merasa diperhatikan.
Jon Mathias menekankan perjalanan karier Ammar Zoni yang penuh dengan tantangan dan kesedihan. Dia kehilangan banyak orang terkasih dalam hidupnya, termasuk adik, ibu, dan ayahnya, yang seharusnya menjadi sumber dukungan di saat-saat sulit.
Meskipun dalam keadaan tertekan, Ammar Zoni tetap menunjukkan semangat untuk beribadah dan merayakan hari besar keagamaan, yang menunjukkan keteguhan hatinya. Pihak pengelola lapas berperan penting dalam memastikan Ammar Zoni mendapatkan hak-haknya sebagai narapidana, termasuk dalam hal ibadah dan perayaan hari besar.
Kondisi saya, Alhamdulillah, baik
Kondisinya alhamdulillah baik. Dia tadi banyak bercerita dan menjalankan Lebaran dengan baik. Pelayanan yang diberikan oleh lembaga pemasyarakatan juga sangat memuaskan, sehingga hak-haknya untuk merayakan Idulfitri dapat terpenuhi dengan baik.
“Untuk persidangan yang akan dilaksanakan besok (hari ini, 2 April 2026), dia juga telah dipangkas rambutnya agar terlihat rapi. Alhamdulillah, pelayanan dari lapas menurut kami sangat baik. Kami, sebagai penasihat hukum, mewakili keluarga mengucapkan terima kasih banyak atas perhatian yang diberikan,” pungkas Jon Mathias.