Inul Daratista Tak Mudik Tahun Ini, Diwakili Suami Lakukan Tradisi Berbagi di Kampung Halaman
Inul Daratista memutuskan untuk tidak pulang ke kampung halaman pada Lebaran tahun ini karena kesibukan yang menyertainya selama bulan Ramadan.
Inul Daratista memutuskan untuk tidak kembali ke kampung halamannya saat Lebaran tahun ini. Alasan utama di balik keputusannya adalah kesibukan yang ia hadapi selama bulan Ramadan, sehingga ia memilih untuk tetap berada di Jakarta.
"Insya Allah sih, kayaknya Ramadan kali ini aku nggak mudik," ungkap Inul saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, pada hari Senin, 10 Maret 2025.
Meskipun ia tidak pulang kampung, Inul memastikan bahwa tradisi berbagi saat Lebaran dengan masyarakat di kampung halamannya tetap akan dilaksanakan. Suaminya, Adam Suseno, berencana untuk mudik dalam beberapa hari ke depan untuk mewakili Inul.
"Cuma, Mas Adam mungkin besok lusa, beberapa hari akan mudik, mewakili saya, untuk biasa lah," jelas Inul mengenai rencana suaminya.
Tradisi di Desa Asal
Inul mengungkapkan bahwa keluarganya rutin mengadakan kegiatan berbagi kepada masyarakat sekitar setiap tahunnya. Bantuan tersebut diberikan kepada berbagai kelompok, termasuk tukang becak dan anak-anak yatim.
"Karena di kampung halaman itu, masih ada ritual berbagi juga kan, setiap tahun, ada tukang becak, ada anak yatim, pokoknya semua ya, udah di plot-plot gitu. Udah semua, udah disiapin, karena aku nggak pulang, jadi dia yang mau akhiri," ujarnya.
Dengan demikian, acara ini menjadi tradisi yang penting bagi mereka, meskipun Inul tidak dapat hadir secara langsung setiap tahun.
Alasan Tidak Pulang Kampung
Keputusan Inul untuk tidak mudik pada tahun ini juga dipengaruhi oleh fakta bahwa banyak anggota keluarganya yang tidak berada di kampung halaman. Salah satu yang menjadi alasan utama adalah keberadaan adiknya yang saat ini tinggal di luar negeri.
"Karena kalau aku pulang besok, itu kebetulan saudara aku enggak ada semua. Karena adik aku semuanya udah pada pergi ke Amerika, dibawa suaminya kemarin, nggak bisa nunggu lebaran. Terus adikku yang laki juga udah ke Kalimantan, jadi cuman aku sendiri aja sama ibu, aku kasian kalau aku repot-repot gitu," jelasnya.
Dengan demikian, Inul merasa bahwa mudik tidak akan memberikan makna yang sama tanpa kehadiran anggota keluarga yang lain.
Situasi ini membuatnya berpikir ulang tentang pentingnya berkumpul dengan keluarga saat lebaran. Meskipun rindu untuk berkumpul, Inul merasa lebih baik jika tidak pulang karena hanya akan ada dirinya dan ibunya di rumah. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya kehadiran orang-orang terkasih dalam momen spesial seperti lebaran.
Dengan keputusan ini, Inul berharap bisa menghabiskan waktu yang berkualitas dengan ibunya meskipun tanpa kehadiran anggota keluarga yang lain.
Semoga Tahun Depan
Meskipun harus merayakan Lebaran tahun ini tanpa kehadiran keluarga besarnya, Inul tetap memiliki harapan yang tinggi. Ia percaya bahwa tahun depan, semua saudaranya akan bisa kembali berkumpul di Indonesia untuk merayakan momen spesial tersebut.
Inul mengungkapkan harapannya dengan penuh semangat, "Mudah-mudahan tahun depan, kalau adik-adikku yang dari Amerika, yang dari Kalimantan semuanya, kumpul ya udah, kita bikin acara lagi." Pernyataan tersebut menunjukkan betapa pentingnya kebersamaan bagi Inul dan harapannya untuk merayakan Lebaran dengan orang-orang terkasih di sekitarnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4475703/original/056367100_1687344702-Infografis_SQ_Perbedaan_Rukun_dan_Wajib_Haji_dengan_Rukun_Umrah.jpg)