8 Potret Dapur Sederhana di Rumah Desa Maya Ibunda Luna Maya, Masih Pakai Kompor Sejuta Umat hingga Magic Com dan Oven Jadul
Dalam sebuah video di Youtube Luna Maya, terlihat Dapur rumah Desa Maya yang sederhana dan selalu bersih.
Sosok Desa Maya Waltaurd Maiyer menjadi salah satu pusat perhatian di momen siraman Luna Maya dan Maxime Bouttier pada Selasa (6/5) kemarin. Desa Maya tampil anggun dengan kebaya warna deep pink dengan kain batik.
Demi melengkapi penampilannya, wanita berusia 79 tahun ini tampil dengan sanggul khas jawa. Meski tanpa riasan berlebihan, Desa Maya tetap terlihat mencolok dengan tampilan sanggul hitam yang kontras dengan rambut aslinya yang berwarna oranye.
Penampilan sederhana Desa Maya di momen penting Luna Maya tersebut sudah menjadi kebiasaannya. Meski pun memiliki anak-anak yang sukses, Desa Maya selalu tampil sederhana. Ini tercermin juga dari dapur di rumahnya.
Meski pun tinggal di Bali, kehidupan ibu 3 anak ini sangat sederhana. Dalam sebuah video di Youtube Luna Maya, terlihat Dapur rumah Desa Maya yang sederhana dan selalu bersih.
Berikut beberapa potret dapur sederhana dapur di rumah Desa Maya di Bali, dilansir dari Youtube Luna Maya, Rabu (7/5).
Potret sederhana dapur di rumah Desa Maya ibunda Luna Maya. Ruangan dapur yang rapi dan bersih ini terhubung langsung dengan ruang tengah di rumah wanita asal Australia ini.
Dapur sederhana tersebut berdekatan dengan ruang tengah dan kamar Desa Maya. Tak ada sekat antara ruang tengah dengan dapur sehingga menjadikan area terbuka ini lebih lega.
Peralatan masak di dapur sederhana tersebut ditata rapi meski tanpa kitchen set. Terlihat ada kompor gas 2 tungku yang banyak digunakan di dapur rumah tangga pada umumnya. Sementara itu, panci-panci disusun rapi di rak yang letaknya di atas kompor.
Selain kompor sejuta umat, di rumah Desa Maya juga menggunakan magic com sederhana yang harganya tak mencapai Rp500.000. Selain itu, peralatan dapur lainnya juga tersusun rapi di dinding dapur, khas dapur rumah tangga lainnya.
Desa Maya juga terlihat masih menggunakan oven jadul. Oven tersebut biasanya digunakan di atas kompor saat digunakan.
Meski memiliki dapur yang sederhana, Desa Maya memiliki sebuah kulkas besar 2 pintu di salah satu sudut ruangan untuk menyimpan bahan makanan.
Di sudut dapur lainnya terlihat ada lemari besar untuk penyimpanan bahan makanan. Lemari besar itu tidak hanya digunakan untuk tempat makanan tetapi berfungsi sebagai batas ruangan lainnya.
Terdapat juga sebuah meja besar yang difungsikan untuk menyimpan barang dan makanan. Meja panjang tersebut seolah menjadi batas antara dapur dengan ruang tengah.