Seniman Sujiwo Tejo Ungkap Luna Maya Lagi Hobi Pamer Punya Suami ke Mana-Mana
Sujiwo Tejo mengatakan sejak menikah Luna Maya kerap memperkenalkan Maxime Bouttier sebagai suaminya.
Budayawan Sujiwo Tejo baru-baru ini mengungkap kebiasaan baru model sekaligus artis cantik Luna Maya. Istri Maxime Bouttier ini memiliki kebiasaan baru setelah menikah pada bulan Mei lalu.
Sujiwo Tejo mengatakan sejak menikah Luna Maya kerap memperkenalkan Maxime Bouttier sebagai suaminya kepada siapa pun yang ditemuinya.
"Dia lagi senang-senangnya bilang 'Ini suamiku, ini suamiku'," kata Sujiwo Tejo dalam sebuah unggahan di Instagramnya @president_jancukers, dikutip Senin, (9/6).
Setelah itu, Sujiwo Tejo mengatakan Maxime akan datang menghampiri orang yang ditemui Luna dan menyapa.
" 'Om,' kata suaminya, Maxime Bouttier," kata penulis buku Tuhan Maha Asyik ini.
Lagi Hobi Pamer Suami
Sujiwo Tedjo mengatakan momen pamer suami itu dilakukan Luna hampir kebanyak orang. Tak terkecuali dirinya yang sudah mengenal Luna Maya.
Bahkan Luna tak lagi segan menggandeng Maxime dihadapan Sujiwo Tejo.
"Ketemu siapa pun termasuk aku, dia (Luna Maya) pasti pamer 'Ini suamiku' dan menggandengnya padaku," kata dia.
Sebagai informasi, Luna Maya dan Sujiwo Tejo terlibat dalam satu proyek film horor berjudul JALAN PULANG. Dalam film ini Luna Maya beradu akting dengan Shareefa Daanish, dan Taskya Namya yang dikenal sebagai ratu horor modern.
Tak hanya mereka, kehadiran Sujiwo Tejo sebagai Mbah Jarot akan meramaikan film horor terbaru yang akan tayang di bioskop pada 19 Juni 2025.
Sinopsis Film JALAN PULANG
Film JALAN PULANG mengisahkan Lastini (Luna Maya), seorang ibu yang kehilangan suaminya secara misterius. Belum sembuh dari duka, putrinya Arum tiba-tiba jatuh sakit dengan gejala yang tak bisa dijelaskan secara medis.
Setelah segala pengobatan gagal, Lastini mulai curiga putrinya terkena gangguan gaib. Dia pun memulai perjalanan penuh teror bersama dua anak lainnya menyusuri pelosok Jawa untuk mencari penyembuhan lewat ritual tradisional.
Mereka menemui dukun, ustaz, hingga penjaga ilmu leluhur, sambil melawan entitas gelap yang mengincar jiwa Arum. Semuanya harus diselesaikan sebelum ulang tahun Arum yang jatuh pada tahun kabisat yang diyakini sebagai batas waktu keselamatan sang anak.