WEF Davos: Prabowo Klaim Hemat Anggaran Rp 304,7 Triliun untuk MBG
Prabowo mengungkapkan pemerintah berhasil menghemat anggaran hingga USD 18 miliar, setara dengan Rp 304,74 triliun, untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pada Wolrd Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss kemarin Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pemerintahannya berhasil melakukan efisiensi anggaran hingga mencapai USD 18 miliar, yang setara dengan Rp 304,74 triliun, untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Dalam 2 bulan pertama pemerintahan saya, kami melaksanakan program efisiensi yang gencar. Kami menghemat USD 18 miliar dengan menghentikan program-program yang tidak efisien dan meragukan, dan mengalihkan dana ini ke proyek-proyek yang secara langsung meningkatkan taraf hidup dan berdampak pada masyarakat," ujarnya.
Prabowo juga menambahkan bahwa kabinetnya mulai melaksanakan program MBG sejak 6 Januari 2025, yang bertujuan memberikan makanan bergizi gratis kepada ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan anak-anak sekolah. Pada hari pertama pelaksanaan program ini, ia menyatakan bahwa MBG melibatkan 190 dapur yang kini dikenal sebagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani 570 ribu orang setiap harinya.
"Saat ini, dalam waktu kurang dari satu tahun, kami memiliki 21.102 dapur yang beroperasi di seluruh negeri. 59,8 juta orang saat ini menerima makanan bergizi gratis setiap hari," kata Prabowo.
Bandingkan jumlah porsi MBG dengan porsi McDonald's
Dalam konteks ini, Prabowo mencoba memberikan perbandingan mengenai penjualan makanan yang dilakukan oleh franchise terkenal asal Amerika Serikat, McDonald's. Ia menyatakan, "Sebagai perbandingan, dalam waktu sekitar satu bulan, kami akan melampaui 68 juta makanan per hari milik McDonald's. McDonald's dimulai pada tahun 1940, dan sekarang hadir di 120 negara. Kami memulai pada Januari tahun lalu."
Prabowo juga menambahkan bahwa pada tahun 2026, pemerintah berencana untuk menyalurkan 82,9 juta makanan per hari melalui program MBG.
"Semua anak di Indonesia, dari dalam kandungan ibu hingga usia 18 tahun, mendapat manfaat dari program ini," tegasnya. Dengan adanya program ini, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan anak-anak di Indonesia, sehingga mereka mendapatkan nutrisi yang cukup untuk tumbuh kembang yang optimal.
Diantar Langsung ke Rumah
Program MBG juga memberikan pelayanan khusus bagi ibu hamil dan menyusui dengan cara mengantarkan makanan setiap hari ke rumah mereka.
"Tahun ini, kami juga akan memperluas program ini ke para lansia yang tinggal sendirian," imbuh Prabowo. Selain itu, program makan bergizi gratis ini tidak hanya berfokus pada kesehatan anak-anak Indonesia, tetapi juga diharapkan dapat memperkuat perekonomian negara.
"Lebih dari 61.000 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta koperasi kini menjadi bagian dari rantai pasokan. Lebih dari 1 juta lapangan kerja baru tercipta hanya di dapur-dapur tersebut," tutur Prabowo. Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyampaikan bahwa Indonesia telah menghemat anggaran sebesar Rp 304,7 Triliun untuk program MBG ini.