Update Mudik di Bandara Soetta 15 Maret: Terminal 2 Domestik Paling Sibuk
Ingin mudik melalui Bandara Soetta hari ini? Terdapat total 174.023 penumpang yang beraktivitas di bandara. Pastikan untuk memeriksa rincian terminalmu di sini
Bandara Internasional Soekarno-Hatta merencanakan operasional sebanyak 1.159 penerbangan pada tanggal 15 Maret 2026. Dari keseluruhan penerbangan tersebut, Terminal 2 untuk penerbangan domestik menjadi yang paling dominan, memiliki porsi terbesar dibandingkan terminal lainnya.
Menurut informasi yang diterima oleh Liputan6.com dari Pgs. Asst. Deputy Communication and Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Aziz Fahmi Harahap, total penerbangan pada hari itu terdiri dari 577 penerbangan keberangkatan dan 582 penerbangan kedatangan. Diperkirakan, total pergerakan penumpang mencapai 174.023 orang, dengan rincian 94.500 penumpang berangkat dan 79.523 penumpang datang.
Jika dilihat dari distribusi di masing-masing terminal, Terminal 2 domestik mencatatkan porsi penerbangan terbesar dengan 349 penerbangan, yang setara dengan sekitar 30,12% dari total penerbangan. Selain itu, terminal ini juga melayani sekitar 47.684 penumpang, yang merupakan 27,4% dari total penumpang.
Terminal 1 berada di urutan berikutnya dengan 309 penerbangan, yang mencakup sekitar 26,67% dari total penerbangan, dan diperkirakan melayani sekitar 50.445 penumpang, atau sekitar 28,98% dari total penumpang. Sementara itu, Terminal 3 mencatatkan penerbangan domestik sebanyak 236 penerbangan, yang setara dengan 20,37% dari total penerbangan, dengan jumlah penumpang sekitar 33.081 orang, atau sekitar 19% dari total penumpang.
Penerbangan internasional di Terminal 3 tercatat sebanyak 160 penerbangan, yang setara dengan 13,81% dari total penerbangan, dengan 29.614 penumpang, atau sekitar 17,01% dari total penumpang. Di Terminal 2, terdapat 90 penerbangan internasional yang mencakup sekitar 7,77% dari total penerbangan, dengan jumlah penumpang mencapai 13.199 orang, atau sekitar 7,58%. Selain penerbangan penumpang, operasional bandara juga mencatatkan 15 penerbangan kargo, yang setara dengan sekitar 1,3% dari total pergerakan penerbangan pada hari tersebut.
Ada 3 Pola Perubahan Perjalanan Masyarakat di Lebaran 2026
Menjelang Lebaran 2026, tradisi mudik dan liburan kembali menjadi momen yang sangat dinanti, terutama oleh lebih dari 260 juta umat Muslim di Asia Tenggara. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi bahwa total pergerakan masyarakat selama Angkutan Lebaran 2026 akan mencapai 50,60% dari total populasi, yang setara dengan sekitar 143,91 juta orang.
Berdasarkan pola pemesanan untuk periode Lebaran yang berlangsung dari 15 hingga 28 Maret 2026, AirAsia MOVE (MOVE) telah mengidentifikasi tiga tren yang mencerminkan perubahan dalam cara masyarakat di kawasan ASEAN merencanakan perjalanan mereka selama musim ini.
Pengguna Semakin Fleksibel dengan Kombinasi Maskapai dan Tiket Satu Arah
Musim Lebaran kali ini menunjukkan adanya peningkatan dalam fleksibilitas pengaturan penerbangan. Di platform MOVE yang memberikan akses ke lebih dari 700 maskapai global, terlihat bahwa pengguna cenderung mengombinasikan berbagai maskapai untuk penerbangan pergi dan pulang. Beberapa pengguna MOVE juga memilih untuk mengamankan tiket satu arah terlebih dahulu, sementara jadwal kepulangan mereka akan ditentukan di kemudian hari.
Pada periode Lebaran mendatang, tercatat hampir 300.000 kursi penerbangan terjual untuk tiket satu arah, baik dari maskapai berbiaya terjangkau maupun premium. Pola ini mencerminkan dinamika rencana perjalanan keluarga dan juga merupakan upaya pengguna untuk mengatasi fluktuasi harga tiket pesawat selama musim liburan.
Permintaan Akomodasi Multi-Kamar Meningkat
Seiring dengan meningkatnya berbagai kebutuhan menjelang Lebaran dan kenaikan tarif hotel yang sering terjadi pada musim tersebut, faktor biaya menjadi salah satu pertimbangan penting dalam memilih akomodasi bagi pengguna MOVE. Kini, mereka yang bepergian bersama keluarga besar lebih memilih jenis properti yang dapat menampung lebih banyak orang dalam satu unit, seperti vila, apartemen berlayanan, atau suite dengan beberapa kamar.
Alih-alih memesan kamar secara terpisah, strategi ini dianggap lebih efisien karena memungkinkan pembagian biaya penginapan secara merata di antara anggota rombongan.
Dengan memanfaatkan aplikasi MOVE, pengguna dapat dengan mudah memasukkan jumlah tamu dewasa dan anak saat melakukan pemesanan hotel atau paket SNAP. Sistem aplikasi ini kemudian secara otomatis merekomendasikan jenis akomodasi yang sesuai serta menyesuaikan total kamar yang diperlukan.
Kenyamanan jadi Fokus Utama
Tren yang baru muncul menunjukkan bahwa masyarakat kini lebih cermat dalam merencanakan pengeluaran tanpa mengurangi esensi dari perjalanan itu sendiri. Meskipun perjalanan mudik dan liburan tetap dilaksanakan, mereka melakukan penyesuaian dengan cara yang lebih rasional, termasuk dalam memilih akomodasi yang memiliki harga lebih terjangkau.
Selama periode tersebut, rata-rata biaya untuk pemesanan hotel di MOVE tercatat sekitar Rp1,1 juta per malam, yang mencerminkan pilihan masyarakat terhadap penginapan yang tetap nyaman namun menawarkan nilai yang lebih baik. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun tradisi pulang kampung saat Lebaran masih kuat, masyarakat semakin bijak dalam mengelola anggaran perjalanan mereka.