Tujuh Tahun Belum Rampung, Wagub Ungkap Kunci Percepatan Tol Trans Sumatera: Dekati Masyarakat Minangkabau!
Pembangunan Tol Trans Sumatera ruas Pekanbaru-Padang telah berjalan tujuh tahun. Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy mengungkapkan bahwa kunci percepatan proyek ini bukan hanya teknis, melainkan pendekatan sosial budaya yang mendalam. Simak bagaim
Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, menyoroti pentingnya pendekatan sosial budaya dalam melanjutkan pembangunan Tol Trans Sumatera ruas Pekanbaru-Padang. Proyek strategis nasional ini telah berjalan selama tujuh tahun, namun belum juga rampung. Vasko menekankan bahwa percepatan tidak dapat hanya mengandalkan aspek teknis semata.
Menurutnya, hambatan utama dalam pembangunan jalan tol ini bukan hanya masalah teknis, melainkan kurangnya pemahaman terhadap adat dan karakter masyarakat setempat. Pendekatan yang tepat terhadap masyarakat Minangkabau menjadi kunci untuk memastikan partisipasi dan dukungan mereka.
Pernyataan ini disampaikan di Padang pada Senin, 4 November, sebagai bagian dari upaya evaluasi menyeluruh terhadap proyek. Vasko berharap dengan kerja sama dan pemahaman kondisi sosial di lapangan, pembangunan dapat dipercepat secara signifikan.
Pendekatan Sosial Budaya Kunci Percepatan
Wakil Gubernur Vasko Ruseimy secara tegas menyatakan bahwa pembangunan Tol Trans Sumatera ruas Pekanbaru-Padang tidak bisa hanya mengandalkan kerja teknis. Ia menekankan bahwa pendekatan sosial budaya sangat krusial agar masyarakat setempat merasa menjadi bagian dari proses pembangunan. Proyek yang sudah berjalan tujuh tahun ini dinilai terlalu lama, sehingga evaluasi menyeluruh diperlukan.
Vasko menjelaskan bahwa hambatan utama bukanlah semata-mata soal teknis, melainkan karena kurangnya pemahaman terhadap adat dan karakter masyarakat Minangkabau. "Orang Minangkabau itu tidak sulit, asal tahu cara mendekatinya. Kalau komunikasinya benar mereka justru akan bantu," tegasnya.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat diminta untuk memperkuat koordinasi dengan PT Hutama Karya. Selain itu, penting juga untuk menyiapkan alternatif trase yang mempertimbangkan aspek sosial dan teknis secara seimbang. Pertimbangan sosial harus menjadi solusi, bukan penghambat kemajuan proyek ini.
Target Penyelesaian dan Dukungan Pemerintah
Pada kesempatan yang sama, Wagub Vasko Ruseimy menargetkan pembangunan ruas tol tahap kedua dapat diselesaikan dalam tiga hingga empat tahun ke depan. Target ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah untuk mempercepat proyek infrastruktur vital tersebut. Seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Sumbar diminta untuk bekerja keras mencapai target ini.
Vice President Divisi Perencanaan PT Hutama Karya (Persero), Dhono Nugroho, menyambut baik dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sumbar. "Hutama Karya merasa didukung penuh oleh Pemerintah Provinsi Sumbar, dan ini yang membuat kami semakin optimistis," ujarnya. Dukungan ini menjadi angin segar bagi kelanjutan proyek strategis nasional.
Sebagai informasi tambahan, proyek lanjutan pembangunan Tol Trans Sumatera ruas Pekanbaru-Padang termasuk dalam 50 pembangunan jalan tol yang menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN). Status PSN ini ditetapkan dalam Peraturan Menteri Koordinator (Permenko) Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025. Hal ini menunjukkan prioritas pemerintah pusat terhadap penyelesaian proyek ini.
Rincian Ruas Tol Pekanbaru-Padang
Tol Trans Sumatera ruas Padang-Pekanbaru memiliki total panjang 255,06 kilometer. Ruas ini terbagi menjadi beberapa segmen penting yang melintasi wilayah Sumatera Barat. Setiap segmen memiliki karakteristik dan tantangan tersendiri dalam pembangunannya.
- Bangkinang-Pangkalan: sepanjang 22 kilometer (Km)
- Pangkalan-Payakumbuh: sepanjang 34,95 Km
- Payakumbuh-Bukittinggi: sepanjang 32,8 Km
- Bukittinggi-Sicincin: sepanjang 40,01 Km
- Sicincin-Padang: sepanjang 36,6 Km
Rincian segmen ini menunjukkan kompleksitas proyek yang membutuhkan koordinasi lintas wilayah dan pemahaman mendalam terhadap kondisi geografis serta sosial masyarakat di setiap daerah yang dilalui.
Sumber: AntaraNews