Wagub Sumbar Percepat Jalan Bayang-Solok: Target Rampung November 2025, Lebih Cepat dari Jadwal!
Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy mendesak percepatan proyek strategis Jalan Bayang-Solok, menargetkan penyelesaian November 2025 untuk dorong ekonomi dan pariwisata daerah.
Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Barat (Sumbar), Vasko Ruseimy, telah menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum (PU) provinsi setempat untuk mempercepat pembangunan Jalan Bayang-Solok. Proyek vital ini menghubungkan Kabupaten Pesisir Selatan dan Kabupaten Solok, diharapkan rampung lebih awal dari jadwal semula.
Instruksi percepatan tersebut diberikan setelah Wagub Vasko Ruseimy meninjau langsung progres pembangunan Jalan Bayang di Kabupaten Pesisir Selatan pada Jumat lalu. Ia menekankan pentingnya penyelesaian infrastruktur ini untuk segera dimanfaatkan oleh masyarakat.
Target baru penyelesaian Jalan Bayang-Solok adalah paling lambat akhir November 2025, yang berarti satu bulan lebih cepat dari target awal Desember. Percepatan ini diharapkan membawa dampak positif yang signifikan bagi mobilitas dan perekonomian dua kabupaten tersebut.
Target Ambisius untuk Jalan Bayang-Solok
Wagub Sumbar Vasko Ruseimy secara tegas meminta agar proyek Jalan Bayang-Solok dapat diselesaikan lebih cepat dari rencana awal. Target yang ditetapkan adalah akhir November 2025, mendahului estimasi semula pada Desember 2025. "Saya minta proyek Jalan Bayang-Solok ini bisa diselesaikan paling lambat akhir November 2025, atau lebih cepat dari target semula yakni Desember," kata Wagub Sumbar Vasko Ruseimy.
Saat ini, pengerjaan fisik Jalan Bayang-Solok sudah memasuki tahap akhir, menunjukkan kemajuan yang signifikan. Proyek strategis ini dirancang untuk mempercepat mobilisasi masyarakat dari kedua daerah yang terhubung, yaitu Kabupaten Pesisir Selatan dan Kabupaten Solok.
Percepatan pengerjaan ini menjadi prioritas utama karena infrastruktur yang rampung lebih cepat akan segera memberikan manfaat nyata. "Dengan mempercepat pengerjaan, maka semakin cepat pula masyarakat bisa memanfaatkan infrastruktur ini," ujar Wagub Sumbar, menyoroti urgensi penyelesaian proyek.
Dampak Ekonomi dan Pariwisata yang Menggeliat
Pembangunan Jalan Bayang-Solok memiliki peran krusial dalam membuka akses ekonomi baru di Provinsi Sumbar. Jalan ini akan mempermudah distribusi hasil pertanian dan perkebunan dari Kabupaten Solok menuju wilayah pesisir.
Sebaliknya, para nelayan di Kabupaten Pesisir Selatan juga akan lebih mudah menyalurkan hasil tangkapan laut mereka ke daerah Solok. Hal ini menciptakan simbiosis ekonomi yang saling menguntungkan antara kedua wilayah.
Selain memperkuat sektor ekonomi lokal, jalan penghubung ini juga diproyeksikan menjadi jalur strategis yang mendukung pengembangan pariwisata. Khususnya di wilayah selatan Provinsi Sumbar, jalan ini akan membuka potensi destinasi wisata baru.
"Selain memperkuat sektor ekonomi, pembangunan jalan ini juga akan mendukung pengembangan pariwisata di Sumatera Barat," tegas Wagub Vasko Ruseimy. Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mengoptimalkan potensi daerah.
Komitmen Pemerintah Provinsi Sumbar
Pemerintah Provinsi Sumbar terus berupaya memaksimalkan pembangunan infrastruktur di tengah berbagai tantangan. Keterbatasan anggaran dan kendala teknis tidak menyurutkan semangat untuk mewujudkan proyek-proyek strategis seperti Jalan Bayang-Solok.
Komitmen ini diharapkan dapat membawa dampak positif yang berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat. "Mudah-mudahan infrastruktur ini membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat. Mohon doanya, kita akan kerja keras untuk Sumatera Barat," ujar Vasko.
Antusiasme masyarakat terhadap penyelesaian Jalan Bayang-Solok juga sangat tinggi. Jhony, seorang warga Kabupaten Pesisir Selatan, mengungkapkan harapannya agar jalan tersebut segera rampung. "Sekarang saya senang sekali jualan sayur ke Kabupaten Pesisir Selatan karena jalan ini sudah bisa dilalui meskipun belum sepenuhnya selesai," ungkapnya, menggambarkan manfaat yang sudah dirasakan.
Sumber: AntaraNews