BRIN dan UBH Padang Gelar Riset Arkeologi Pesisir Sumbar, Ungkap Potensi Mitigasi Bencana

Universitas Bung Hatta (UBH) Padang dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berkolaborasi dalam Riset Arkeologi Pesisir Sumbar selama sepuluh hari, fokus pada mitigasi bencana dan perlindungan situs maritim pasca-bencana hidrometeorologi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BRIN dan UBH Padang Gelar Riset Arkeologi Pesisir Sumbar, Ungkap Potensi Mitigasi Bencana
Universitas Bung Hatta (UBH) Padang dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berkolaborasi dalam Riset Arkeologi Pesisir Sumbar selama sepuluh hari, fokus pada mitigasi bencana dan perlindungan situs maritim pasca-bencana hidrometeorologi. (AntaraNews)

Universitas Bung Hatta (UBH) Padang dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah merampungkan riset kolaboratif mengenai pengembangan situs arkeologi di pesisir Sumatera Barat (Sumbar). Penelitian ini berlangsung selama sepuluh hari, mulai dari tanggal 8 hingga 17 Juni 2026, dengan fokus utama pada identifikasi kondisi peninggalan maritim di wilayah tersebut.

Tujuan utama dari Riset Arkeologi Pesisir Sumbar ini adalah untuk mengidentifikasi kondisi situs maritim setelah serangkaian bencana hidrometeorologi dan gempa bumi kecil yang melanda wilayah tersebut. Hasil riset diharapkan dapat memberikan rekomendasi model mitigasi dan perlindungan yang efektif bagi situs-situs bersejarah yang berusia lebih dari 50 tahun.

Kolaborasi ini melibatkan tim ahli dari Pusat Riset Arkeologi Lingkungan Maritim dan Budaya Berkelanjutan BRIN serta Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UBH. Kemitraan lintas institusi ini menunjukkan komitmen dalam menjaga warisan budaya dan lingkungan pesisir Sumbar.

Riset pengembangan situs arkeologi ini merupakan hasil kolaborasi antara Pusat Riset Arkeologi Lingkungan Maritim dan Budaya Berkelanjutan BRIN dengan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UBH Padang. Keterlibatan kedua institusi ini menyatukan keahlian arkeologi maritim, ekologi laut, hingga konservasi bahari untuk pendekatan komprehensif.

Menurut Mitra Peneliti Lokal dari UBH Padang, Dr. Harfiandri Damanhuri, riset ini secara spesifik bertujuan untuk mendukung pengembangan dan mitigasi situs arkeologi yang tersebar di sepanjang pesisir Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar. Fokusnya adalah pada peninggalan situs maritim yang terdampak bencana alam.

Tim peneliti dari BRIN dipimpin oleh Dr. Ira Dillenia (Arkeologi Maritim) dan beranggotakan Gendro Keling MA (Arkeolog Maritim), Dr. Ing Semeidi Husrin (Kebencanaan Geologi Kelautan), Dr. Dian Oktaviani (Ekologi Laut), Bobby Bagja Pratama (Permodelan Ekosistem Pesisir-GIS), dan Dr. Ofri Johan (Terumbu Karang). Sementara itu, Dr. Harfiandri Damanhuri dari Program Studi Sumberdaya Perairan Pesisir dan Kelautan (SP2K) Pascasarjana Fakultas Perikanan dan Kelautan UBH bertindak sebagai mitra peneliti lokal. Riset ini juga dibantu oleh tim lapangan Samsuardi S.Pi (Dive Master) dalam pengambilan data.

Salah satu pendorong utama Riset Arkeologi Pesisir Sumbar ini adalah identifikasi kondisi peninggalan situs maritim setelah terjadinya bencana hidrometeorologi dan gempa-gempa kecil. Bencana banjir besar pada November 2025 di sejumlah daerah di Sumbar menjadi salah satu konteks penting dalam penelitian ini.

Model mitigasi risiko bencana yang diterapkan berbasis resiliensi sosial-ekologis untuk pelestarian situs maritim. Pendekatan ini mencakup resiliensi sosial, resiliensi ekologis, dan mitigasi risiko bencana, yang diharapkan dapat memberikan solusi jangka panjang.

Hasil riset kolaboratif ini diharapkan dapat menghasilkan publikasi ilmiah serta rekomendasi konkret untuk model mitigasi dan perlindungan terhadap situs-situs unik dan menarik yang telah berusia puluhan tahun. Rekomendasi ini akan menjadi panduan dasar ilmiah bagi pemerintah pusat maupun daerah dalam penyusunan kebijakan, serta implementasi perlindungan situs oleh masyarakat di tingkat nagari atau desa.

Pendanaan untuk penelitian situs maritim ini berasal dari Rumah Program Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa dan Sastra tahun 2026, menunjukkan dukungan serius terhadap upaya pelestarian warisan budaya. Bagi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UBH, riset bersama BRIN ini merupakan upaya strategis untuk memenuhi Indikator Kinerja Utama (IKU) kampus.

Secara spesifik, riset ini berkontribusi pada IKU 5 (kerjasama dan hilirisasi) dan IKU 7 (kontribusi pembangunan berkelanjutan/SDGs). Kontribusi pada SDGs meliputi Tujuan 4 (pendidikan), 9 (infrastruktur), 14 (menjaga ekosistem laut), dan 17 (kemitraan), serta rekognisi sumber daya manusia.

Kerjasama antar institusi dan kolaborasi lintas bidang ilmu ini diharapkan dapat memberikan dampak dan manfaat yang luas. Manfaat tersebut tidak hanya terbatas pada kedua institusi yang terlibat, tetapi juga bagi pemerintah dan masyarakat secara keseluruhan dalam upaya pelestarian dan mitigasi bencana di wilayah pesisir.

  • Situs Arkeologi Benteng: Berada di daratan Pulau Cingkuak, situs ini menjadi salah satu objek penelitian penting dalam Riset Arkeologi Pesisir Sumbar.
  • Situs Arkeologi Bawah Laut Kapal MV Boelongan Nederland: Terletak di Kawasan Teluk Mandeh, Pesisir Selatan, situs ini menawarkan perspektif unik tentang peninggalan maritim bawah air yang terdampak lingkungan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi