Sambut Arus Mudik, Pengelola Tol Bakauheni–Terbanggi Besar Siagakan Tim Penanganan Jalan Berlubang
Arus mudik diprediksi berlangsung pada 14 hingga 19 Maret 2026 dan puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 24–25 Maret serta 28–29 Maret 2026.
Pengelola Ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar (Bakter) melakuukan perbaikan jalan dan menambah layanan di rest area hingga pengendalian arus dalam menghadapi arus mudik dan arus balik saat hari raya Idul Fitri 1447 H.
Direktur Utama PT Bakauheni–Terbanggi Besar (BTB), I Wayan Mandia mengatakan, kesiapan operasional jalan tol telah mencapai 99,9 persen, dan pihaknya telah langkah strategis demi lancarnya para pemudik untuk bertemu keluarga.
"Dari data nasional tahun 2026 diperkirakan terjadi 143,9 juta pergerakan masyarakat selama masa mudik Lebaran, angka tersebut turun sekitar 1,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dan diperkirakan akan mempengaruhi volume kendaraan yang melintas di Ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar," katanya.
Ia menyebutkan, arus mudik diprediksi berlangsung pada 14 hingga 19 Maret 2026 dan puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 24–25 Maret serta 28–29 Maret 2026.
"Dalam menjaga kondisi jalan tetap aman untuk dilalui, kami menyiagakan tim penanganan jalan berlubang (pothole), stok material coldmix, serta tim taskforce yang bertugas dalam mengantisipasi genangan air dan potensi aquaplaning di sejumlah titik rawan," jelas Wayan.
Dalam mempercepat proses pembayaran apabila terjadi peningkatan volume kendaraan, pihaknya pun menambah personel di Gerbang Tol Bakauheni. Lajur khusus pun disiapkan bagi kendaraan dengan saldo uang elektronik tidak mencukupi agar tidak menghambat kendaraan lain yang memiliki saldo cukup.
Kesiapan Jalan
"Selain kesiapan jalan, kami juga melakukan peningkatan layanan juga dilakukan di rest area. Pengelola menambah petugas kebersihan, mengoperasikan toilet semi permanen, serta menyediakan posko keamanan kepolisian, posko kesehatan, dan posko ASDP," ucap Wayan.
Kata Wayan, bengkel resmi juga tersedia di Rest Area KM 49 A bagi pengguna jalan yang mengalami kendala kendaraan. Sementara dua SPBU baru telah beroperasi di Rest Area KM 49 B dan Rest Area KM 20 A untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar pemudik.
"Selama periode mudik dan arus balik, kami akan melaksanakan Operasi Simpatik Microsleep di sejumlah rest area, dan meminta pengendara untuk beristirahat apabila merasa lelah atau mengantuk selama perjalanan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan," tandasnya.