Trivia: Mengapa Menko Zulhas Ingatkan Santri untuk Selalu Ingat Petani dan Nelayan?
Menko Zulhas berikan pesan mendalam kepada santri dan wisudawan di Mojokerto, mengingatkan pentingnya peran petani dan nelayan sebagai akar bangsa. Apa alasan di balik pesan ini?
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, yang akrab disapa Zulhas, baru-baru ini memberikan kuliah umum yang inspiratif. Acara tersebut berlangsung di hadapan ribuan santri Pondok Pesantren Amanatul Ummah dan wisudawan Universitas KH Abdul Chalim.
Kuliah umum ini diselenggarakan di Pacet, Mojokerto, Jawa Timur, pada hari Sabtu, 20 September 2025. Dalam kesempatan tersebut, Zulhas menyampaikan pesan krusial mengenai pentingnya peran petani dan nelayan dalam kehidupan berbangsa.
Pesan utama yang disampaikan Zulhas adalah agar para santri dan wisudawan senantiasa mengingat kontribusi besar petani dan nelayan. Mereka disebut sebagai akar bangsa yang tidak boleh dilupakan, apapun jalan hidup yang akan ditempuh di masa depan.
Pentingnya Mengingat Petani dan Nelayan
Dalam kuliah umumnya, Menko Zulhas secara tegas mengingatkan 8.000 santri dan wisudawan yang hadir. Ia menekankan bahwa peran petani dan nelayan sangat vital bagi keberlangsungan hidup bangsa Indonesia.
Zulhas berpesan agar para generasi muda ini tidak melupakan jasa mereka. "Apapun jalan hidup teman-teman nanti, baik menjadi ASN, profesional di swasta, maupun wirausahawan, jangan pernah melupakan petani dan nelayan," katanya, sebagaimana dikutip dalam siaran pers.
Pesan ini menggarisbawahi bahwa kemajuan suatu bangsa tidak lepas dari sektor pangan. Petani dan nelayan adalah pilar utama yang menjamin ketersediaan pangan bagi seluruh masyarakat.
Apresiasi Perjuangan dan Pesan untuk Lulusan
Selain memberikan pesan tentang petani dan nelayan, Zulhas juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada para wisudawan. Ia mengakui perjuangan mereka selama menempuh pendidikan di bangku kuliah.
Menurutnya, empat tahun pendidikan di kampus bukan hanya soal ilmu pengetahuan semata. Lebih dari itu, proses tersebut juga mengajarkan banyak pembelajaran hidup seperti disiplin, kesabaran, kemandirian, dan solidaritas antar sesama.
Zulhas menyoroti bahwa keberhasilan menyelesaikan pendidikan adalah sebuah pencapaian besar. "Bangga dan berbahagialah, teman-teman berhasil mengalahkan keraguan dan kemalasan. Itulah kemenangan hakiki bagi seorang pejuang," ujarnya.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa kelulusan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari babak baru. Para lulusan akan menghadapi dunia kerja, kompetisi global, dan dinamika sosial yang terus berkembang.
Menjadi Cendekiawan Visioner dan Setia Tanah Air
Lebih lanjut, Menko Zulhas juga menekankan pentingnya melanjutkan jejak teladan KH Abdul Chalim. Sosok ini dikenal karena keberanian dan semangat juangnya yang tinggi dalam berbagai aspek kehidupan.
Zulhas berharap agar para lulusan dapat menjadi cendekiawan yang memiliki karakter kuat. Mereka diharapkan menjadi pribadi yang rendah hati, berpandangan visioner, serta selalu setia pada tanah air Indonesia.
Ia juga memberikan motivasi spiritual kepada para wisudawan dan santri. "Selama teman-teman berpegang pada doa orang tua dan guru, meluruskan niat, serta menyayangi sesama, jalan terang akan selalu terbuka," pungkasnya.
Sumber: AntaraNews