Trivia: Face Recognition KAI Hemat Ratusan Juta Rupiah dan Puluhan Ribu Rol Kertas, Begini Cara KAI Permudah Akses Penumpang
Inovasi Face Recognition KAI di 22 stasiun tak hanya mempermudah boarding penumpang, tapi juga berhasil menghemat ratusan juta rupiah dan puluhan ribu rol kertas. Simak dampaknya!
PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus berinovasi dalam meningkatkan layanan bagi penumpangnya dengan menerapkan teknologi canggih. Salah satu terobosan terbaru yang signifikan adalah penggunaan teknologi pengenalan wajah atau face recognition untuk proses boarding kereta api. Implementasi ini tidak hanya bertujuan mempermudah akses penumpang, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mengurangi jejak emisi karbon.
Teknologi face recognition KAI ini telah dioperasikan secara bertahap sejak tiga tahun lalu dan kini tersedia di 22 stasiun besar di Indonesia. Menurut Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, sistem ini akan terus diperluas jangkauannya ke lebih banyak stasiun di masa mendatang. Dengan demikian, penumpang dapat merasakan kemudahan dan efisiensi yang ditawarkan oleh digitalisasi proses boarding.
Penerapan inovasi ini memungkinkan penumpang kereta api jarak jauh untuk tidak lagi direpotkan dengan dokumen fisik seperti boarding pass atau KTP. Sistem face recognition dilengkapi kamera yang mampu mengidentifikasi dan memvalidasi identitas penumpang secara otomatis. Data identitas tersebut telah terintegrasi langsung dengan informasi tiket yang telah dibeli, menjadikan proses masuk kereta api lebih cepat dan tanpa hambatan.
Efisiensi dan Kemudahan Boarding dengan Face Recognition KAI
Penerapan teknologi face recognition KAI membawa dampak signifikan terhadap efisiensi proses boarding penumpang. Pelanggan tidak perlu lagi mengantre panjang atau menyiapkan berbagai dokumen fisik saat akan memasuki peron. Cukup dengan memindai wajah, sistem akan secara otomatis memverifikasi identitas dan tiket, memungkinkan penumpang untuk langsung melanjutkan perjalanan mereka.
Teknologi ini bekerja dengan mengidentifikasi fitur wajah penumpang dan mencocokkannya dengan data yang tersimpan di sistem KAI. Integrasi data identitas dengan informasi tiket memastikan bahwa hanya penumpang yang sah yang dapat mengakses kereta. Hal ini tidak hanya mempercepat proses, tetapi juga meningkatkan keamanan dan akurasi dalam identifikasi penumpang.
Sejak pertama kali diterapkan, teknologi face recognition telah dimanfaatkan oleh jutaan pelanggan kereta api. Kemudahan yang ditawarkan membuat pengalaman perjalanan menjadi lebih nyaman dan modern. KAI berkomitmen untuk terus menyempurnakan sistem ini guna memberikan layanan terbaik bagi seluruh pengguna jasa kereta api.
Kontribusi Face Recognition KAI Terhadap Keberlanjutan Lingkungan
Selain kemudahan bagi penumpang, penggunaan teknologi face recognition KAI juga memberikan kontribusi nyata terhadap upaya pelestarian lingkungan. Salah satu dampak paling terasa adalah penghematan penggunaan kertas yang signifikan. Dengan tidak lagi memerlukan pencetakan boarding pass fisik, konsumsi rol kertas dapat ditekan secara drastis.
Data menunjukkan bahwa sepanjang tiga tahun penerapan teknologi ini, KAI berhasil menghemat 40.296 rol kertas yang sebelumnya digunakan untuk mencetak tiket. Penghematan ini setara dengan nilai lebih dari Rp599 juta, sebuah angka yang akan terus bertambah seiring peningkatan adopsi teknologi di berbagai stasiun. Penghematan ini selaras dengan prinsip keberlanjutan yang menjadi fokus KAI.
Pengurangan penggunaan kertas secara langsung berdampak pada penurunan jejak karbon perusahaan. Setiap rol kertas yang tidak dicetak berarti mengurangi kebutuhan akan produksi kertas, yang pada gilirannya mengurangi penebangan pohon dan emisi gas rumah kaca. Dengan demikian, penumpang secara tidak langsung turut serta dalam menciptakan transportasi publik yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Transformasi Digital KAI Menuju Transportasi Berkelanjutan
Penerapan face recognition merupakan bagian integral dari strategi transformasi digital menyeluruh yang dilakukan oleh PT KAI. Inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan transportasi publik yang responsif terhadap kemajuan teknologi dan kebutuhan masyarakat modern. Selain sistem pengenalan wajah, KAI juga mengembangkan aplikasi Access by KAI yang terintegrasi, memudahkan pemesanan tiket hingga proses boarding.
Transformasi digital ini mempercepat berbagai proses operasional, mulai dari pemesanan tiket hingga manajemen penumpang di stasiun. Ketergantungan terhadap proses manual dan pencetakan tiket berkurang, menghasilkan operasional yang lebih efisien dan modern. Hal ini juga mendukung visi KAI untuk menggerakkan transportasi berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Ke depan, KAI menargetkan pengembangan layanan digital yang semakin terintegrasi, termasuk integrasi antarmoda. Aplikasi Access by KAI diharapkan dapat menjadi penghubung perjalanan dari titik awal hingga tujuan akhir secara seamless. Dengan pendekatan berbasis data dan teknologi, KAI bertekad menciptakan ekosistem layanan transportasi publik yang inklusif, efisien, dan modern bagi seluruh lapisan masyarakat.
Sumber: AntaraNews