KAI Catat Ratusan Ribu Pelanggan Manfaatkan Face Recognition KAI Demi Efisiensi Layanan
PT KAI mencatat lebih dari 890 ribu pelanggan telah memanfaatkan teknologi Face Recognition KAI sepanjang Januari 2026, menghadirkan efisiensi dan kenyamanan boarding kereta api jarak jauh.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat peningkatan signifikan dalam penggunaan teknologi pengenalan wajah atau Face Recognition KAI oleh para pelanggan. Sepanjang Januari 2026, sebanyak 890.165 pelanggan Kereta Api Jarak Jauh telah memanfaatkan fasilitas canggih ini. Pemanfaatan teknologi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kenyamanan dalam layanan perjalanan kereta api.
Inovasi Face Recognition KAI ini menjadi bukti nyata komitmen perusahaan dalam menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih modern dan praktis. Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa tingginya angka penggunaan menunjukkan kebutuhan masyarakat akan layanan yang cepat dan nyaman. Sistem ini memungkinkan proses boarding tanpa perlu menunjukkan tiket cetak atau identitas fisik.
Layanan Face Recognition KAI kini telah tersedia di 22 stasiun besar di seluruh Indonesia, mencakup berbagai kota penting. Dengan adanya fasilitas ini, antrean di area boarding dapat ditekan dan waktu tunggu pelanggan menjadi lebih singkat. Hal ini menciptakan suasana perjalanan yang lebih tertib dan menyenangkan bagi setiap penumpang.
Kemudahan dan Kecepatan Boarding dengan Face Recognition KAI
Teknologi Face Recognition KAI menawarkan pengalaman boarding yang jauh lebih sederhana dan efisien bagi para pelanggan. Proses verifikasi identitas dapat dilakukan dengan cepat, hanya dengan memindai wajah, tanpa lagi memerlukan tiket cetak maupun dokumen identitas manual. Hal ini secara signifikan mengurangi antrean dan mempersingkat waktu tunggu di area boarding, sehingga perjalanan terasa lebih nyaman sejak awal.
Menurut Anne Purba, inovasi ini berangkat dari kebutuhan pelanggan akan layanan yang semakin praktis dan efisien. Pelanggan dapat merasakan kemudahan karena proses boarding menjadi lebih cepat dan tidak merepotkan. KAI terus berupaya untuk menghadirkan layanan transportasi publik yang modern dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Saat ini, layanan Face Recognition KAI telah tersedia luas di berbagai stasiun penting di Indonesia. Stasiun-stasiun tersebut meliputi Bandung, Bekasi, Cirebon, Cirebon Prujakan, Gambir, Kiaracondong, Kutoarjo, Lempuyangan, Medan, Malang, Madiun, Pekalongan, Pasarsenen, Purwokerto, Surabaya Pasar Turi, Surabaya Gubeng, Solo Balapan, Semarang Poncol, Semarang Tawang, Tegal, dan Yogyakarta.
Efisiensi Operasional dan Dukungan Keberlanjutan Lingkungan
Pemanfaatan Face Recognition KAI tidak hanya memberikan keuntungan bagi pelanggan, tetapi juga berdampak positif pada efisiensi pengelolaan sumber daya KAI. Boarding tanpa tiket cetak secara langsung mengurangi kebutuhan penggunaan kertas. Ini merupakan langkah konkret dalam mendukung upaya keberlanjutan lingkungan yang lebih baik.
Berdasarkan perhitungan KAI, penggunaan face recognition oleh 890.165 pelanggan selama Januari 2026 berpotensi menghemat biaya pencetakan tiket hingga sekitar Rp32,9 juta. Penghematan ini setara dengan penggunaan kertas dan material pendukung lainnya. Efisiensi ini sejalan dengan upaya KAI dalam mengelola operasional secara lebih efektif dan bertanggung jawab.
Pengurangan penggunaan kertas juga berkontribusi pada penurunan kebutuhan bahan baku dan distribusi logistik. Hal ini secara langsung mendukung upaya pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan. Digitalisasi layanan boarding menjadi bagian integral dari strategi KAI untuk menghadirkan layanan transportasi publik yang modern dan ramah lingkungan.
Anne Purba menambahkan, dari sisi KAI, layanan ini membantu menjaga kelancaran operasional sekaligus mendukung pengelolaan sumber daya yang lebih berkelanjutan. Menjelang mudik Lebaran Idul Fitri 2026, pemanfaatan face recognition diharapkan semakin membantu pelanggan mengoptimalkan waktu perjalanan.
Sumber: AntaraNews