Transportasi Umum Ternyata Jadi Pilihan Masyarakat Selama Libur Nataru 2025
Konsumsi bensin selama Nataru 2025/2026 naik 0,9 persen. Kenaikan terbatas dipicu pergeseran masyarakat ke transportasi umum dan meningkatnya pemakaian avtur.
Posko Nasional Sektor ESDM mencatat adanya kenaikan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin atau gasoline sebesar 0,9 persen selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 dibandingkan konsumsi normal Oktober–November 2025.
Ketua Posko Nataru Sektor ESDM Erika Retnowati menjelaskan, peningkatan konsumsi bensin relatif terbatas karena banyak masyarakat memilih menggunakan angkutan umum dibanding kendaraan pribadi.
“Jadi perkiraannya adalah banyak masyarakat yang menggunakan angkutan umum. Itu yang kita hitung kan mobil-mobil pribadi,” kata Erika saat ditemui di Kantor BPH Migas, Jakarta, Senin (5/1/2026).
Selama periode 15 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026, penyaluran gasoline tercatat naik 0,9 persen. Sementara itu, konsumsi avtur melonjak 5,5 persen, gasoil turun 3,4 persen, dan kerosene atau minyak tanah menurun 6,2 persen.
“Kenaikan avtur cukup tinggi, 5,5 persen. Ini sejalan dengan tingginya penggunaan pesawat dan moda transportasi massal selama Nataru,” ujar Erika.
Puncak Penyaluran BBM dan Kondisi Stok Energi
Data Posko Nasional Sektor ESDM menunjukkan puncak penyaluran BBM nasional terjadi pada momen arus mudik dan arus balik.
Pada 23 Desember 2025 (H-2 Natal), penyaluran gasoline meningkat 10,87 persen, gasoil 5,78 persen, kerosene 51,49 persen, dan avtur 8,02 persen.
Kemudian pada 29 Desember 2025 (H+4 Natal), gasoline naik 4,24 persen, gasoil 1,5 persen, kerosene 58,56 persen, dan avtur 5,42 persen.
Sementara pada arus balik 3 Januari 2026 (H+9), gasoline tercatat naik 7,10 persen, kerosene 10,78 persen, dan avtur 4,34 persen, meski gasoil turun 6,44 persen.
Erika juga menyebut adanya pergeseran perilaku konsumsi energi, termasuk meningkatnya penggunaan kendaraan listrik. Hal ini tercermin dari kenaikan transaksi di stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU).
“Transaksi SPKLU meningkat signifikan, sekitar tiga kali lipat dibandingkan tahun lalu,” tuturnya.
Di sisi lain, Erika memastikan pasokan LPG nasional selama Nataru berada dalam kondisi aman. Ketahanan stok LPG tercatat antara 10 hingga 16 hari dengan rata-rata coverage day 12,8 hari.
Rata-rata penyaluran LPG selama periode satgas Nataru meningkat 10,6 persen dibandingkan penjualan normal.
Untuk sektor gas bumi, penyaluran niaga gas juga tidak mengalami kendala. Selama Nataru 2025/2026, distribusi gas bumi tercatat meningkat 4,3 persen dibandingkan realisasi periode Nataru tahun sebelumnya.