Tol Bocimi Dibuka Sambut Pemudik Lebaran 2026, Segini Tarifnya
Penyelesaian Tol Bocimi Seksi 3 akan dipercepat agar dapat selesai sebelum libur panjang Lebaran pada tahun 2026 mendatang.
Pembangunan Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) Seksi 3 dipercepat untuk menghadapi arus mudik dan balik serta libur panjang Lebaran 2025. "Ada 150-an meter lagi yang akan dicor dan Insyaallah tanggal 12 selesai ya. Ini berarti pada tanggal 13 bisa difungsikan untuk mengatasi kepadatan di jalur arteri antara Parungkuda dan Sukabumi," ungkap Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan saat meninjau proyek tol tersebut pada Senin (9/3).
Mengingat status jalan tol ini masih fungsional atau sementara, pihak kepolisian memberlakukan aturan ketat terkait jam operasional demi keamanan pemudik. "Untuk itu kita buka pagi hari. Ketika sudah gelap atau matahari terbenam, ini tidak kita gunakan kembali," jelas Rudi.
Selain pembatasan jam, kepolisian juga akan menerapkan sistem satu arah (one way) dengan dua lajur kendaraan. Skema ini akan disesuaikan dengan puncak arus, terutama dari Jakarta/Bogor saat masa mudik, dan arah sebaliknya saat arus balik.
Rudi menegaskan bahwa masyarakat yang ingin melalui tol Bocimi seksi 3 ini tidak perlu mengeluarkan biaya. "Ya ini gratis, semua digratiskan untuk masyarakat," tambahnya. Dengan adanya kebijakan ini, diharapkan arus lalu lintas dapat berjalan lancar dan aman selama periode mudik Lebaran.
Kurangi 7 Titik kemacetan
Pengoperasian Seksi 3 diharapkan dapat mengurangi setidaknya tujuh titik kemacetan (troublespot) yang sering terjadi di jalur arteri dari Parungkuda menuju Sukabumi Kota. Beberapa lokasi yang menjadi perhatian utama adalah Pasar Cibadak dan Simpang Ratu, yang dikenal sebagai titik rawan kemacetan.
Untuk memastikan kelancaran di jalur arteri tersebut, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten telah menyiapkan kompensasi untuk angkutan kota (angkot) di sekitar Pasar Cibadak agar tidak mengganggu arus lalu lintas. Selain itu, pemasangan pembatas jalan juga dilakukan untuk meminimalisir persimpangan yang dapat menyebabkan kemacetan.
"Bagi masyarakat yang hendak menggunakan jalur ini, kami mengimbau untuk terus memantau informasi terkini melalui saluran publikasi resmi dan hotline yang akan segera diumumkan," sambung dia.