TMMD Rejang Lebong Buka Isolasi, Percepat Distribusi Kopi dan Hasil Tani Warga
Program TMMD Rejang Lebong berhasil membuka akses jalan vital di Desa Seguring, Curup Utara, mempercepat distribusi kopi dan hasil tani, serta meningkatkan kesejahteraan petani.
TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, sukses membuka isolasi wilayah Desa Seguring, Kecamatan Curup Utara. Program ini bertujuan utama mempercepat distribusi hasil tani, khususnya kopi, yang selama ini terkendala akses jalan. Pembukaan akses baru ini diharapkan dapat mengubah nasib para petani setempat.
Kegiatan TMMD ini secara signifikan mempermudah warga mengangkut hasil bumi dari kebun menuju desa, yang sebelumnya hanya mengandalkan jalan setapak. Dengan akses jalan yang kini bisa dilalui kendaraan roda empat dan sepeda motor berboncengan, efisiensi waktu dan biaya transportasi akan meningkat drastis. Ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan ekonomi lokal.
Kepala Desa Seguring, Yan Husin, menyatakan rasa syukur atas program ini yang telah lama dinantikan oleh 1.200 jiwa penduduk desa. Mayoritas warga Desa Seguring berprofesi sebagai petani kopi, padi, durian, dan pisang, yang selama puluhan tahun harus memodifikasi kendaraan mereka untuk menembus medan perkebunan sulit.
Peningkatan Aksesibilitas dan Distribusi Hasil Tani
Pembukaan jalan baru sepanjang 4.167 meter menjadi fokus utama TMMD di Desa Seguring. Jalan ini sebelumnya merupakan jalan setapak yang menyulitkan petani dalam mengangkut hasil panen mereka ke pasar. Kini, jalan tersebut telah dipermudah aksesnya untuk kendaraan.
Selain pembukaan jalan, program TMMD juga mencakup pengerasan jalan sepanjang 1.250 meter. Peningkatan infrastruktur ini diharapkan dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah dengan pengaspalan di masa mendatang. Hal ini akan semakin membuka luas akses ekonomi bagi masyarakat.
Kolonel Inf Sambas, Ketua Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabes AD), mengapresiasi progres pekerjaan yang dinilai sangat baik. Ia menargetkan seluruh sasaran fisik dapat rampung sebelum penutupan program pada 11 Maret 2026. Keberhasilan ini menunjukkan komitmen TNI dalam mendukung pembangunan daerah.
Beragam Sasaran Fisik dan Non-Fisik TMMD
Selain pembangunan jalan, TMMD ke-127 Komando Distrik Militer (Kodim) 0409/Rejang Lebong juga menyasar rehabilitasi jembatan gantung sepanjang 100 meter yang melintasi Sungai Musi. Jembatan ini vital untuk konektivitas antar wilayah desa. Program ini juga mencakup bedah rumah tidak layak huni (RTLH) bagi warga yang membutuhkan.
Pembuatan sumur bor juga menjadi bagian dari kegiatan fisik TMMD, menyediakan akses air bersih yang sangat dibutuhkan masyarakat. Selain itu, berbagai penyuluhan non-fisik turut diberikan kepada warga setempat. Penyuluhan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat.
Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri, menegaskan dukungan penuh pemerintah kabupaten terhadap program ini. Sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dianggap sebagai kunci pembangunan berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan membawa dampak nyata bagi kesejahteraan.
Sinergi TNI-Rakyat untuk Pembangunan Berkelanjutan
Kolonel Inf Sambas menekankan pentingnya kemanunggalan TNI dan rakyat selama kegiatan TMMD. Ia berpesan kepada Satuan Tugas (Satgas) agar tidak ada permasalahan dengan masyarakat, karena esensi TMMD adalah membangun kebersamaan. Hal ini mencerminkan filosofi TMMD sebagai jembatan antara TNI dan komunitas.
Dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, seperti yang disampaikan oleh Bupati Muhammad Fikri, menunjukkan komitmen bersama. Program ini diharapkan dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan aksesibilitas, ekonomi, serta kesejahteraan masyarakat Desa Seguring. Ini adalah contoh baik kolaborasi lintas sektor.
Keberhasilan TMMD dalam membuka isolasi dan mempercepat distribusi hasil tani di Desa Seguring menjadi bukti nyata manfaat program ini. Inisiatif ini tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan ekonomi masyarakat. TMMD terus menjadi motor penggerak pembangunan di pedesaan.
Sumber: AntaraNews