TMMD Rejang Lebong ke-127: Kodim 0409 Fokus Bedah Rumah dan Infrastruktur Desa

Program TMMD ke-127 Kodim Rejang Lebong secara masif melakukan bedah lima rumah tidak layak huni serta membuka akses jalan baru di Desa Seguring. Simak detail lengkapnya di sini!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
TMMD Rejang Lebong ke-127: Kodim 0409 Fokus Bedah Rumah dan Infrastruktur Desa
Program TMMD ke-127 Kodim Rejang Lebong secara masif melakukan bedah lima rumah tidak layak huni serta membuka akses jalan baru di Desa Seguring. Simak detail lengkapnya di sini! (AntaraNews)

Komando Distrik Militer (Kodim) 0409/Rejang Lebong, Bengkulu, tengah gencar melaksanakan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 di wilayahnya. Program ini berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai kegiatan fisik dan nonfisik yang terpusat di Desa Seguring, Kecamatan Curup Utara. TMMD ke-127 ini dijadwalkan berlangsung dari tanggal 10 Februari hingga 11 Maret 2026, menunjukkan komitmen TNI dalam mendukung pembangunan daerah.

Kegiatan TMMD Kodim Rejang Lebong kali ini didukung penuh oleh Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong dengan alokasi anggaran lebih dari Rp1 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk membiayai berbagai sasaran program, termasuk rehabilitasi rumah tidak layak huni dan pembangunan infrastruktur dasar. Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan dampak positif yang nyata bagi warga setempat, khususnya mereka yang kurang mampu.

Komandan Kodim (Dandim) 0409/Rejang Lebong Letkol Inf Agung Lewis Oktorada menjelaskan bahwa salah satu program unggulan TMMD adalah bedah lima unit rumah tidak layak huni (RTLH). Program ini secara spesifik ditujukan bagi warga tidak mampu yang berada di lokasi kegiatan, memastikan mereka memiliki tempat tinggal yang lebih layak dan aman.

Program bedah rumah menjadi salah satu prioritas utama dalam TMMD Reguler ke-127 yang dilaksanakan oleh Kodim 0409/Rejang Lebong. Lima unit rumah tidak layak huni (RTLH) telah ditargetkan untuk direhabilitasi, khusus bagi keluarga kurang mampu di Desa Seguring. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup dan memberikan kenyamanan bagi para penerima manfaat.

Letkol Inf Agung Lewis Oktorada mengungkapkan bahwa proses pengerjaan fisik untuk rumah-rumah tersebut sedang berjalan aktif. Saat ini, dua unit rumah di antaranya telah menunjukkan kemajuan fisik sekitar 15 persen, menandakan dimulainya tahap awal rehabilitasi. Kodim Rejang Lebong berkomitmen untuk menyelesaikan seluruh target bedah rumah sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Anggaran yang dikucurkan untuk setiap unit rumah adalah sebesar Rp20 juta, dengan rincian Rp17,5 juta dialokasikan untuk pembelian material bangunan dan Rp2,5 juta untuk upah tukang. Dandim berharap program bedah rumah ini akan memicu partisipasi aktif dari masyarakat melalui gotong royong. Partisipasi warga sangat penting karena anggaran stimulan tersebut mungkin tidak mencukupi untuk merehabilitasi rumah berukuran 4x6 meter secara keseluruhan.

Selain program bedah rumah, TMMD ke-127 Kodim Rejang Lebong juga fokus pada pembangunan dan peningkatan infrastruktur dasar yang vital bagi masyarakat. Salah satu proyek besar adalah pembukaan akses jalan baru sepanjang 4,167 kilometer dengan lebar 8 meter. Progres pembukaan jalan ini telah mencapai 9,5 persen, membuka konektivitas baru bagi warga.

Program ini juga mencakup pengerasan jalan sepanjang 1,250 kilometer dengan lebar 4 meter, yang akan mempermudah mobilitas penduduk dan distribusi hasil pertanian. Peningkatan infrastruktur jalan ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Untuk mendukung percepatan pekerjaan di lapangan, Kodim 0409/Rejang Lebong mengerahkan dua unit alat berat, yaitu satu unit ekskavator dan satu unit dozer.

Pemenuhan kebutuhan air bersih juga menjadi perhatian serius dalam TMMD kali ini. Sebanyak lima titik sumur bor sedang dibangun untuk menyediakan akses air bersih yang memadai bagi masyarakat Desa Seguring. Progres fisik pembangunan sumur bor ini bervariasi antara 5 hingga 20,5 persen, menunjukkan upaya berkelanjutan untuk mengatasi masalah ketersediaan air bersih.

Program TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mencakup sasaran nonfisik yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesadaran sosial. Pihak TNI telah melaksanakan pelayanan kesehatan gratis dan kegiatan donor darah, memberikan manfaat langsung bagi kesehatan masyarakat. Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian TNI terhadap kesejahteraan warga.

Ke depan, serangkaian penyuluhan komprehensif akan dilaksanakan untuk membekali masyarakat dengan berbagai pengetahuan penting. Materi penyuluhan meliputi wawasan kebangsaan, bela negara, serta hukum, guna memperkuat rasa nasionalisme dan kepatuhan hukum. Edukasi ini penting untuk membangun masyarakat yang sadar akan hak dan kewajibannya sebagai warga negara.

Selain itu, penyuluhan juga akan mencakup sektor pertanian, pencegahan narkoba, dan pentingnya kerukunan antarumat beragama. Topik penanganan stunting dan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga akan diberikan, menunjukkan pendekatan holistik TMMD dalam menangani berbagai isu sosial dan lingkungan. Program ini melibatkan sedikitnya 181 personel gabungan, termasuk 126 personel TNI AD, 10 personel TNI AL, 10 anggota Polri, serta partisipasi aktif dari mahasiswa dan masyarakat setempat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi