Terungkap! Samator Gas (AGII) Bantah Terlibat Volatilitas Saham, Apa Pemicunya?
Samator Gas (AGII) membantah keterlibatan dalam lonjakan harga sahamnya yang signifikan. BEI bahkan sampai dua kali melakukan suspensi. Apa penjelasan di balik fenomena ini?
PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki andil dalam volatilitas harga saham perseroan yang terjadi baru-baru ini. Pernyataan ini disampaikan oleh Wakil Direktur Utama AGII, Imelda Harsono, dalam paparan publik yang diselenggarakan di Jakarta pada Senin, 13 Oktober 2025.
Perusahaan gas industri terkemuka ini menghadapi sorotan setelah harga sahamnya melonjak signifikan, memicu dua kali penghentian sementara perdagangan (suspensi) oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Imelda menjelaskan bahwa peningkatan harga kumulatif saham dan volume transaksi sepenuhnya merupakan hasil keputusan investasi dari setiap investor.
Menurut manajemen Samator Gas, pergerakan saham tersebut telah mengikuti mekanisme pasar yang berlaku umum di Indonesia. Pihak perseroan memastikan bahwa semua informasi, fakta, atau kejadian material lainnya telah disampaikan kepada publik sebelum tanggal pelaksanaan paparan publik tersebut.
Lonjakan Harga Saham dan Reaksi BEI
Saham PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) mengalami penguatan yang sangat signifikan dalam beberapa waktu terakhir, menarik perhatian pasar dan regulator. Pada perdagangan Senin, 6 Oktober 2025, saham AGII melonjak 24,8 persen, mencapai posisi 1.560 per lembar.
Lonjakan ini mendorong PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk melakukan penghentian sementara perdagangan (suspensi) pada keesokan harinya, Selasa, 7 Oktober 2025. Namun, setelah BEI kembali membuka perdagangan saham AGII pada Rabu, 8 Oktober 2025, saham tersebut kembali melesat tajam.
Saham AGII mencapai posisi 1.950, memicu BEI untuk kembali melakukan suspensi pada Kamis, 9 Oktober 2025, yang masih berlangsung hingga pelaksanaan paparan publik pada Senin, 13 Oktober 2025. Imelda Harsono menegaskan, “Perseroan tidak memiliki andil ataupun campur tangan dalam pergerakan harga saham perseroan.”
Profil Bisnis Samator Gas (AGII) yang Beragam
Samator Indo Gas merupakan pemain kunci dalam industri gas di Indonesia, dengan jaringan operasional yang luas dan produk yang bervariasi. Perusahaan ini memiliki total 58 pabrik dan 103 stasiun pengisian yang tersebar di 29 dari 38 provinsi di seluruh wilayah Indonesia, menunjukkan jangkauan distribusinya yang masif.
Secara umum, Samator Gas mengelompokkan produk gas industrinya ke dalam dua kategori utama: air gas dan non-air gas. Kategori air gas mencakup oksigen, nitrogen, dan argon, yang diproduksi melalui proses pemisahan udara. Sementara itu, kategori non-air gas meliputi hidrogen, karbon dioksida, serta berbagai jenis gas khusus lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik pelanggan.
Selain menyediakan produk gas, Samator Gas juga menawarkan layanan jasa pendukung yang krusial, seperti instalasi sistem distribusi dan tabung gas. Layanan ini sangat penting, terutama untuk fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, untuk memastikan pasokan gas medis yang stabil dan aman. Aplikasi produk gas Samator sangat beragam dan mencakup berbagai sektor industri strategis.
Sebagai contoh, gas nitrogen dimanfaatkan dalam industri food and beverage untuk pengemasan vakum, yang berfungsi menjaga kesegaran dan memperpanjang umur simpan produk pangan. Di sisi lain, specialty gas digunakan dalam industri semikonduktor, khususnya pada proses pembuatan chip elektronik yang memerlukan tingkat kemurnian gas yang sangat tinggi. Wakil Direktur Utama AGII Sigit Purwanto menyatakan, “Melalui ragam produk dan aplikasi tersebut, Samator berkurang penting dalam mendukung berbagai sektor industri strategis di Indonesia, mulai dari kesehatan, pangan hingga teknologi maju.”
Kinerja Keuangan Samator Indo Gas Semester I 2025
Meskipun terjadi volatilitas saham, kinerja keuangan Samator Indo Gas pada paruh pertama tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan penjualan yang positif. Perseroan berhasil membukukan penjualan bersih sebesar Rp1,42 triliun. Angka ini mencerminkan peningkatan sebesar 2,1 persen secara year on year (yoy) dibandingkan dengan penjualan pada periode yang sama tahun sebelumnya, yang tercatat senilai Rp1,34 triliun.
Namun, di sisi lain, laba bersih perseroan mengalami penurunan yang cukup signifikan pada Semester I 2025. Samator Gas mencatat laba bersih sebesar Rp24,2 miliar, angka ini turun 65 persen (yoy) dibandingkan dengan laba bersih pada periode yang sama di tahun sebelumnya. Penurunan laba bersih ini menjadi salah satu aspek yang diperhatikan dalam analisis kinerja perusahaan.
Sumber: AntaraNews