Analis Ungkap Penyebab Anjloknya IHSG, Masih dalam Kondisi Sehat?
Menurutnya, pasar sudah berada di level jenuh beli setelah reli berkepanjangan, sehingga koreksi menjadi hal yang sulit dihindari.
Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah melemah dan sempat anjlok 1 persen pada perdagangan saham sesi kedua, Senin, (12/1). Koreksi IHSG terjadi di tengah melemahnya 444 saham.
Analis Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi menilai, pelemahan IHSG lebih disebabkan oleh faktor teknikal dibanding sentimen fundamental.
"Lebih ke profit taking, IHSG kan sudah naik lama. Regional juga rata-rata merah kemarin sore," kata Wafi kepada Liputan6.com, Selasa (13/1).
Menurutnya, pasar sudah berada di level jenuh beli setelah reli berkepanjangan, sehingga koreksi menjadi hal yang sulit dihindari.
Selain faktor domestik, tekanan juga datang dari pergerakan bursa regional yang kompak melemah. Kondisi tersebut ikut mempengaruhi psikologis investor di pasar saham domestik, sehingga mempercepat aksi jual pada saham-saham yang sebelumnya mencatat kenaikan signifikan.
Koreksi Masih Wajar
Meski IHSG sempat turun ke level 8.887 dengan 444 saham melemah, Wafi menegaskan koreksi ini masih tergolong sehat. Secara teknikal, tren jangka menengah IHSG dinilai masih berada dalam fase bullish selama indeks mampu bertahan di atas area 8.750.
Ia menambahkan, pergerakan pasar ke depan cenderung mengarah ke fase konsolidasi. Di tengah volatilitas indeks acuan, pelaku pasar diperkirakan mulai melakukan rotasi sektor, terutama dari saham-saham konglomerasi yang telah naik kencang tahun lalu menuju saham-saham berkapitalisasi besar dan likuid. Rotasi tersebut membuka peluang pada indeks saham unggulan seperti LQ45 dan IDX30.
"Masih koreksi wajar, secara tren turun samapai 8.750 itu masih bullish. Lebih ke konsolidasi, ada potensi rotasi sektor balik ke LQ45/IDX30 dari saham konglo yang tahun lalu sudah naik kenceng dan valuasi sekarang sudah relatif mahal," katanya.
IHSG Tergelincir ke 8.864, Transaksi Harian Saham Tembus Rp40 Triliun
Sebelumnya, Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) parkir di zona merah pada perdagangan saham Senin, (12/1/2026). Koreksi IHSG hari ini terjadi di tengah transaksi harian saham tembus Rp40 triliun.
Mengutip data RTI,IHSG hari ini ditutup merosot 0,58% ke posisi 8.884,72. Indeks saham LQ45 turun 0,17% ke posisi 866,55. Sebagian besar indeks saham acuan bervariasi.
Pada awal pekan ini, IHSG sempat sentuh level tertinggi 9.000,96. Namun, pada sesi kedua, IHSG berbalik arah melemah. IHSG menyentuh level terendah 8.715,41.